Viral Pemotor Jebol Pagar Suramadu untuk Hindari Tes Covid-19, Begini Penjelasan Polisi

  • Whatsapp
Tangkapan layar video Antrean pengendara roda 2 menumpuk di Jembatan Suramadu sisi Surabaya saat hendak masuk Ke Surabaya dan berani menjebol pagar pembatas Jemabatan Suramadu agar bisa lolos dari tes swab Antigen di Pos Penyekatan Suramadu, Minggu (6/6/2021)

INDOPOLITIKA.COM – Beredar sebuah video memperlihatkan ratusan pengendara, baik roda 2 dan roda 4 yang menumpuk di Jembatan Suramadu, viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat ratusan pengendara nekat menjebol pagar pembatas jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Dalam video berdurasi 26 detik yang diunggah akun Instagram @madurakocak35, para pemotor itu disebut berupaya menghindari petugas tes usap Antigen pada Minggu kemarin, 6 Juni 2021.

Berita Lainnya

“Demi lok tes swab, ajebol. Reng madhurenah ajebol [Demi lolos dari tes swab, jebol. Orang Madura menjebol (pagar)],” suara pengambil gambar di video yang tersebar itu.

Polisi mengklarifikasi viralnya video itu, pengendara motor yang melewati jalan alternatif Suramadu itu bukan peristiwa penjebolan pagar Suramadu, tapi memang dibuka untuk mengurai kemacetan panjang.

“Itu bukan lolos (tes usap Antigen),” kata Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Ajun Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum kepada wartawan, Senin, (7/6/2021).

Mereka, lanjut Ganis, sengaja diarahkan petugas untuk melewati jalan alternatif di sisi kiri ruas Suramadu karena terjadi penumpukan kendaraan hingga badan Jembatan Suramadu.

“Karena kemarin terjadi penumpukan, kita cari alternatif jalan di mana tetap ada penjagaan dan mereka tidak lolos,” ujarnya.

“Di sana (ujung jalan alternatif) ada Brimob, Satpol PP, dan juga anggota kami dari polres. Mereka pengguna jalan yang menyusur di jalan tikus tadi sudah diarahkan dan mereka tetap tidak lolos dari pemeriksaan swab. Mungkin video yang viral itu hanya mengambil gambarnya secara parsial saja. InsyaAllah semuanya tidak akan lolos dan semuanya dilakukan swab,” papar Ganis.

Seperti diketahui, penyekatan dan tes usap secara acak di pintu Jembatan Suramadu sisi Surabaya dilakukan sejak Sabtu malam, 5 Juni 2021, oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, sebagai respons dari meningkatnya kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura. Tidak hanya di Jembatan Suramadu, hal serupa dilakukan di Penyeberangan Kamal-Ujung.

Hingga Minggu kemarin, lebih dari dua ribu pengendara dan penumpang angkutan umum dites usap Antigen di lokasi. Mereka yang dites adalah yang tidak mengantongi surat hasil tes negatif COVID-19. Hasilnya, 70 orang reaktif dan 17 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka semua langsung dirujuk ke RS Lapangan Indrapura dan RS Haji Surabaya.[rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *