Viral Video Seorang Pria Dijebak Narkoba, Ini Penjelasan Polisi

  • Whatsapp
Ilustrasi, sabu disimpan dalam bungkus rokok

INDOPOLITIKA.COM – Beredar video berdurasi lima menit satu detik yang menghebohkan di jejaring media sosial. Dalam video tersebut menunjukkan penangkapan seorang pria oleh polisi bersenjata api yang diduga pengedar narkoba.

Terlihat dalam video itu, seorang pria yang disebut pedagang toko dan tukang bakso tengah duduk dan memainkan ponsel. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ia didatangi dua orang pria berpakaian bebas membawa senjata api.

Baca Juga:

Si Pria itu lalu diminta untuk tengkurap dan diborgol. Saat proses itu berlangsung salah satu anggota yang membawa senjata laras panjang terlihat menunjuk sesuatu yang diduga narkotika.

Peristiwa itu disebutkan terjadi di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Nampak saat itu, pria yang ditangkap disuruh memegang barang yang tadi ditunjuk oleh anggota diduga petugas buser.

Beredar informasi di media sosial, baik facebook, Instagram maupun berbagai grub Whatsapp, kalau dalam peristiwa penangkapan ini merupakan rekayasa polisi. Indikasinya soal barang yang disebut bukan milik pria yang ditangkap tersebut.

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri membenarkan adanya penangkapan seperti dalam video. Tapi, dia membantah penangkapan itu merupakan jebakan.

Lebih lanjut Khoiri menjelaskan, saat itu anggotanya tengah melakukan pengembangan kasus narkotika. Sebelumnya, polisi sudah menangkap dua tersangka. Salah satu tersangka, diminta untuk mengontak kurir dan menentukan lokasi pengambilan barang.

“Pada saat bersamaan, satu orang yang viral itu sedang main HP cari Wifi-lah kira-kira. Jadi kita tidak kenal orang itu. Jadi kita amankan semua,” kata Khoiri saat dikonfirmasi, Kamis (7/11).

Khoiri menyebut kejadian itu terjadi pada Selasa (5/11). Polisi menduga pria tersebut adalah kurir yang mengantar barang haram, maka ikut diamankan.

Namun, setelah diinterogasi polisi meyakini pria yang ditangkap itu tidak terkait dengan jaringan narkoba.

“Tidak ada kaitan dengan itu maka kami panggil keluarganya kami lepaskan. Dari keluarga sudah membuat surat pernyataan bahwa dia memaklumi dan itu tidak ada unsur penjebakan dan tidak ada apa-apa,” kata Khoiri.

Khoiri menegaskan tidak unsur kekerasan dalam proses penangkapan. Saat dibebaskan juga tidak ada biaya yang diminta pihaknya.

“Tidak ada kekerasan, tidak ada dalam bentuk penyogokan tidak ada. Itu murni karena hasil pemeriksaan,” kata Khoiri. [rif]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *