Viral Video Aliansi Dokter Dunia Sebut Covid-19 Tidak Ada, Ini Kata Satgas

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Klaim Aliansi Dokter Dunia (World Doctors Alliance) baru-baru ini membuat geger publik, dari COVID-19 yang disebut tak lebih berbahaya hingga pandemi yang direncanakan (plandemic).

Video berdurasi 9 menit ini memuat sebuah konferensi pers yang dilakukan kelompok yang menyebut diri Aliansi Dokter Dunia. Tampak seorang pria bernama David Kurten yang mengaku sebagai Anggota Majelis London dan merupakan lulusan kimia.

Berita Lainnya

David, pada menit ke-3 video itu, mengatakan politikus dan media membangun ketakutan masyarakat terhadap Covid-19, dengan melebih-lebihkan bahayanya.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan klarifikasi terhadap video Aliansi Dokter Dunia yang mengklaim bahwa Covid-19 adalah flu biasa yang tidak ada pandemi di Dunia ini.

“Penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa konten pada video yang disebarkan kelompok aliansi dokter dunia itu termasuk dalam kategori misinformasi,” ujar Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito dikutip dari CNBC, Jumat (30/10/2020).

Lebih rinci dia menjelaskan ada 3 misinformasi dalam konten tersebut, yakni keyakinan yang bersifat umum, kedua yaitu keyakinan terhadap teori konspirasi, dan yang ketiga adalah keyakinan dari agama.

“Konten informasi dalam video ini dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan Covid-19 dengan influenza. Penting untuk diketahui, penyebab dinamika transmisi dan akibat dari kedua penyakit tersebut sangat berbeda,” kata Wiku.

Dia menegaskan bahwa misinformasi ini bisa mempengaruhi respon masyarakat terhadap suatu informasi. Untuk itu dia meminta kepada masyarakat untuk mengevaluasi kredibilitas informasi pada lembaga yang bisa dipercaya seperti Badan Kesehatan Dunia atau WHO, PBB, Centers for Disease Control (CDC).

“Khusus di Indonesia, lembaga yang bisa dipercaya untuk mengevaluasi informasi terkait Covid-19 seperti Kementerian Kesehatan RI dan Satgas Penanganan Covid-19. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *