Viral Video Ormas Minta Jatah Parkir, Begini Kronologisnya

  • Whatsapp
Tangkapan layar Kepala Bappenda Kota Bekasi Aan Suhanda didampingi polisi memberikan penjelasan dihadapan Ormas

INDOPOLITIKA.COM – Viral Video Ormas Minta Jatah Parkir, Begini Kronologisnya Masyarakat dibuat geram dengan beredarnya video yang menunjukkan adanya ‘pemaksaan’ dalam hal penarikan retribusi parkir di minimarket di Kota Bekasi. Dalam video itu, pihak minimarket ‘dipaksa’ untuk bekerja sama dengan ormas untuk mengelola lahan parkir di halaman minimarket.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Indarto menjelaskan latar belakang video tersebut. Video itu sendiri diambil di depan minimarket di Jalan Narogong, Bantargebang, Kota Bekasi pada 23 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga:

“Beberapa waktu yang lalu itu ada orang, kebetulan ada anggota ormas, tapi dia sebetulnya mendapatkan surat tugas dari Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah Kota Bekasi) untuk narik parkir di lahan di titik itu, di pom bensin itu, dengan dasar surat itu, dia datang ke Alfamart. (Pihak) Alfamart karena merasa belum ada sosialisasi atau yang cukup dari pemkot dia bingung kan,” ujar Kombes Indarto.
Diawali insiden adanya penolakan minimarket terhadap ormas yang membawa ‘surat tugas’ untuk menjaga parkiran di minimarket. Namun, ‘surat tugas’ tersebut masa berlakunya sudah kedaluwarsa pada September 2019.

Hal itu menimbulkan percekcokan antara pihak ormas dengan pihak minimarket. Pihak kepolisian menengahi kejadian itu. Setelah ditengahi polisi, pihak ormas memanggil massa lebih banyak dan berdemo di sekitar Jalan Raya Narogong. Ormas, pihak minimarket, dan Pemkot Bekasi pun berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan retribusi parkir.

“Nah selesai itu, baru mereka keluar untuk memberitahukan hasil musyawarah audiensi kepada massa, habis itu massa pulang. Ya itu pas direkam itu pada saat dia jelasin ke massa. Jadi gitu ceritanya,” ujarnya.

Dari hasil musyawarah, Indarto menjelaskan pihak ormas meminta seluruh minimarket di Bekasi harus bekerja sama dengan ormas terkait persoalan retribusi parkir.

“Jadi video itu adalah permintaan aspirasi mereka agar parkir-parkir itu yang mau dibuat itu, yang untuk menaikkan PAD itu nariknya itu dilibatkan lah pemberdayaan masyarakat, yaitu ormas. Tapi bukan preman, kayak juru parkir yang lain, yang dikasih tugas oleh pemkot untuk narik parkir gitu lah. Jadi bukan masuk ke kantongnya ormas. Permintaan mereka, libatkan kami lah biar kami ada kerjaan, tapi itu resmi gitu,” ujar Indarto.

Dalam video tersebut, tampak Kepala Bappenda Kota Bekasi Aan Suhanda didampingi polisi dan sejumlah ormas. Aan meminta agar minimarket di Kota Bekasi mau bekerja sama dengan ormas dalam hal penarikan retribusi parkir.

Beragam komentarpun muncul, yang kebanyakan berisi menolak segala bentuk premanisme.

“Untuk urusan Preman di Jabodetabek dan Jabar, Polri gagal total… saya Minggu kalau mau ngejain proyek BTS di daerah Bekasi,baru survey lokasi,ormas preman udh berjibun,di sekeliling Rumah menara BTS…UUD ujung2nya duit, satu site minta 1,5 juta,waktu kita tanya,kenapa kok kalian minta uang, kan yg kerja kami, dia jawab dg enteng, yg jagain tower tiap hari, gue..ngak ada gue dan kawan2 sdh lama ini BTS dibakar…pdhl yg bakar paling ya dia2 juga…repot kerja di negri preman…ternyata bukan cuma preman Politik…semua lini ada premannya! Dan polisi bisa apa?!” demikian tulis akun @ayubpaulus.

Senada dengan itu akun @therry_lim menulis, “Kl pemda kalah sama Ormas…..bubarkan pemdanya saja, biar Ormas yg kelolah pemda” .

Menanggapi hal tersebut, Polres Metro Bekasi akan mendalami soal ‘surat tugas’ dari Bappenda Kota Bekasi kepada ormas tersebut.

“Nah kami luruskan, tadi dikatakan ada surat tugas. Surat tugas akan kami dalami, tersendiri dan itu akan masuk ranah penyelidikan di Krimsus,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman kepada wartawan di kantornya, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (4/11/2019).

Arman menegaskan pihaknya tidak mentolerir aksi premanisme. Polisi juga sedang mendalami apakah ada intimidasi dalam video viral itu. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *