Viral Warga Bima Angkut Paus Kepala Melon Pakai Motor, Netizen: De Aina Waa Ni…

  • Whatsapp
Paus Kepala Melon yang diboncong warga Bima. Foto: Tangkapan layar @mbojoinside.id

INDOPOLITIKA.COM – Terdamparnya mamalia laut yang dilindungi di salah satu pantai di Kota Bima, belum lama ini menjadi buah bibir masyarakat setempat. Mirisnya, paus kepala melon yang memiliki nama latin Peponocephala electra malah dibawa pulang warga dengan sepeda motor.

Video warga membonceng paus kepala melon itupun viral di media sosial setelah diunggah akun instagram @mbojoinside.

Berita Lainnya

“Kpd YTH Bupati, Pemda, Aparatur Daerah Kota Bima – NTB. Mohon ini ditindak lanjuti kasus terdamparnya mamalia laut yang dilindungi. Menurut info mamalia laut ini terdampar di batas Kota Bima NTB siang tadi, mohon dilepas kembali. Kasian,” tulis akun tersebut memberikan keterangan pada narasi video yang diunggah.

Sejak diunggah, video itupun sudah ditonton 17.150 kali dengan berbagai komentar warga. Netizen umumnya menyayangkan paus kepala melon itu malah dibawa pulang pakai motor, padahal jelas-jelas laut gak jauh dari lokasi.

“Cuma di Bima lumba2 terdampar malah di bonceng pake motor,” tulis salah seorang netizen.

“Kenapa sih gaada yg cegat atau apa gitu, kok cuma diliatin. Ada laut depan mata padahal. Miriss,” tambah yang lainnya.

“Kenapa harus di bawak bgitu.. Apa susahnya langsung di lepas ke lautnya lagi .. Astagaaa,”.

“Tau aka moti dambe, aina wa’a lampa-lampa. (lepas lagi ke laut, jangan diajak jalan-jalan),” kata netizen lainnya.

“De aina waa ni (jangan dibawa), kembalikan ke laut,” pinta yang lainnya.

Tidak Tahu Mamalia Dilindungi

Sementara itu, pihak Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja Nusa Tenggara Barat telah menindaklanjuti peristiwa yang membuat geger publik tersebut setelah rekaman videonya berujung viral di media sosial.

Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir (PELP) BPSPL Denpasar Wilayah Kerja Nusa Tenggara Barat, Barmawi, seperti dilansir dari Antara Minggu, menegaskan bahwa video viral ikan yang dibonceng oleh warga di Bima tersebut bukan lumba-lumba, melainkan paus kepala melon.

“Saya sudah telepon warga yang membawa ikan itu. Dari pengakuannya, dia tidak tahu bahwa ikan itu jenis yang dilindungi, sehingga dibawa pulang untuk dimakan,” ujarnya.

Barmawi pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benoa, Bali, selaku lembaga yang berwenang.

“Kami sudah melaporkan kepada petugas PSDKP Benoa, apakah ada penindakan atau seperti apa nantinya, itu kewenangan mereka. Kami di BPSPL hanya berwenang melakukan penanganan terhadap biota laut dilindungi dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Melalui sambungan telepon, Barmawi memberikan pemahaman kepada warga tersebut bahwa perbuatan yang sudah dilakukannya keliru karena membawa pulang jenis ikan yang termasuk biota laut dilindungi undang-undang.

Hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

“Saya memberikan pemahaman kepada pelaku bahwa semua jenis paus dan lumba-lumba dilindungi oleh undang-undang. Untuk itu, pelaku diingatkan dan dimohon tidak mengulangi lagi perbuatannya,” kata Barmawi. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *