Virus Bermutasi Gejala Covid-19 Juga Berubah, Begini Gejala Corona Varian Delta

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pandemi COVID-19 yang belum kunjung selesai, kini diperparah dengan munculnya mutasi-mutasi baru. Belum lama ini dunia dikhawatirkan dengan munculnya varian Delta atau dikenal sebagai B.1.167.2 dan disebut berasal dari India.

Varian Delta merupakan salah satu dari tiga sub-garis keturunan B.1.167 yang diketahui. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyebut, varian Delta lebih mudah menyebar.

Berita Lainnya

“Varian baru telah memberi virus tambahan, baik karena lebih mudah menyebar. Karena, ada beberapa bukti bahwa risiko rawat inap lebih tinggi daripada varian Alpha yang tentu saja sebelumnya dominan di negara ini,” ungkap Hancock dalam pertemuan di Parlemen, Kamis (17/6/2021).

Hancock mengungkapkan 96 persen kasus baru COVID-19 saat ini merupakan varian Delta.

Gejala infeksi varian ini pada dasarnya mirip dengan infeksi virus asalnya. Akan tetapi, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis.

Profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins University Dr Bhakti Hansoti, seperti dilansir dari Kompas.com, menyebutkan beberapa gejala terinfeksi virus corona varian Delta.

Berikut beberapa gejalanya:

  • Sakit perut
  • Hilangnya selera makan
  • Muntah
  • Mual
  • Nyeri sendi
  • Gangguan pendengaran

Kebanyakan pasien yang terinfeksi varian ini membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan memerlukan bantuan oksigen.

Sementara itu, Prof Tim Spector, sosok di balik aplikasi ZOE Covid Symptom Study, menyerukan agar daftar gejala Covid-19 diperluas. Dengan begitu, orang yang terinfeksi bisa terdeteksi lebih banyak.

“Sekarang Covid bertindak berbeda, lebih seperti flu pada populasi yang lebih muda. Orang-orang tidak menyadari hal ini dan mereka mungkin berpikir mereka terkena flu musiman sehingga mereka masih dapat pergi ke pesta. Tanpa sadar, mereka mungkin menyebarkannya,” ucap dia.

Orang yang sudah divaksin masih dapat tertular Covid-19, tapi mereka cenderung tidak memiliki gejala sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka pelu melakukan tes Covid-19. Hampir 70 persen lebih kecil kemungkinannya orang yang divaksin mengalami demam dibandingkan dengan yang tidak divaksin dan 55 persen lebih kecil kemungkinannya untuk menderita kelelahan. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *