Virus China Mewabah, Pengamat Menduga Ada Kaitannya Dengan Perang Dagang China-AS

  • Whatsapp
Staf medis merawat pasien di Central Hospital of Wuhan

INDOPOLITIKA.COM- Wabah virus Corona yang menghebohkan dunia memunculkan berbagai dugaan. Salah satunya soal dugaan adanya kaitan antara area penyebaran virus itu pertama kali dan perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang masih berlangsung.

Dugaan itu pertamakali disampaikan analis terorisme dan intelijen Stanislaus Riyanta. Menurut dia, mata dunia kini tertuju ke Wuhan, China. Sebab, virus Corona menyebar pertamakali di Wuhan lalu menyebar ke berbagai belahan dunia.

Baca juga:

Menurut dia, hal yang mungkin terjadi adalah virus tersebut kemungkinan hasil rekayasa yang secara sengaja disebarkan sebagai alat bioterorisme atau tidak sengaja tersebar alias faktor kecerobohan.

“Wuhan adalah salah satu pusat industri di China. Dari 500 perusahaan terbesar di dunia, 230 diantaranya berinvestasi di Wuhan. Hal ini berkorelasi dengan konektivitas Wuhan dengan kota-kota besar di negara lain sangat tinggi. Data di Bandar Udara Internasional Wuhan beberapa tahun yang lalu saja sudah melayani lebih dari 3.300 penumpang setiap hari dengan penerbangan langsung ke Asia, Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Australia,” katanya dalam siaran pers yang diterima Indopolitika.com Senin (27/1) pagi.

Dia mengungkapkan, beberapa bulan sebelum virus corona menyerang manusia atau tepatnya pada Oktober 2019, Wuhan menjadi tuan rumah dari pelaksanaan The 2019 Military World Games. Lebih dari 100 negara mengikuti acara tersebut. Menurut dia, acara berskala global seperti itu bisa menciptakan celah kerawanan, sehingga memudahkan pihak-pihak tertentu jika akan menyusupkan virus corona tersebut ke kota Wuhan.

“Dilhat dari model ancaman yang terjadi serta celah kerawanan yang ada, maka dugaan kuat dari kasus penyebaran virus corona di Wuhan adalah akibat dari serangan sistematis aksi bioterorisme. Target dari bioterorisme adalah China dan dengan sasaran khusus di Wuhan karena di kota ini terdapat pusat bisnis yang bisa berdampak terhadap ekonomi China secara siginifikan. Selain itu juga terdapat Wuhan Institute of Virology sehingga bisa menjadi bahan propaganda bahwa ini adalah kebocoran dari laboratorium tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, kejadian di Wuhan juga menjadi sinyal serius bagi intelijen Indonesia agar terus meningkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini atas ancaman yang terus berubah. Ancaman saat ini bersifat asimetris, sulit ditebak, dan terjadi secara mendadak, bentuknya juga diluar dugaan tapi mempunyai dampak yang siginifikan.
Indonesia harus waspada.[pit]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar