Virus Corona Hampir Identik dengan SARS, Menyebar di Sembilan Negara

  • Whatsapp
Sejumlah apoteker dengan mengenakan pakaian pelindung dan masker melayani warga yang hendak membeli masker di Wuhan. (Foto: AFP / Hector RETAMAL)

INDOPOLITIKA.COM – Virus corona telah menginfeksi ratusan orang di China dan luar negeri, menewaskan lebih dari 40 orang sejak dilaporkan pertama kali muncul di kota Wuhan China awal bulan ini.

Itulah yang kita ketahui tentang wabah virus itu sejauh ini. Tapi kenyataanya, Patogen tersebut tampaknya merupakan jenis baru coronavirus, keluarga virus yang dapat menyebabkan penyakit seperti flu biasa dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), yang menewaskan ratusan orang di Cina dan Hong Kong antara tahun 2002 dan 2003. Virus itu sendiri dinamai “2019-nCoV”.

Baca juga:

Kepala Departemen Epidemiologi Institut Pasteur Paris, Arnaud Fontanet, mengatakan bahwa Virus Corona 80 persen identik secara genetik dengan SARS. Berbicara kepada AFP, Arnaud mengatakan gejala yang disebabkan oleh virus baru ini tampaknya kurang agresif dibandingkan dengan SARS, meski gejalanya sama seperti demam, sulit bernapas dan batuk.

Namun, menurut Arnaud, sifatnya yang lebih ringan juga dapat menyebabkan ‘ancaman’ sebenarnya. “Karena memungkinkan lebih banyak orang untuk melakukan perjalanan lebih jauh sebelum gejalanya dapat dideteksi,” katanya.  

Dipastikan Berasal dari Hewan di Pasar Seafood Wuhan

Virus ini pertama kali terdeteksi di pasar makanan laut di kota Wuhan Cina, yang telah ditutup oleh pihak berwenang setelah wabah itu. Menurut laporan AFP, pasar ini menawarkan satwa liar eksotis untuk dijual. Termasuk rubah hidup, buaya, anak anjing, serigala, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta dan hewan lainnya.

Direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Tiongkok, Gao Fu mengatakan pihak berwenang yakin virus itu kemungkinan berasal dari “binatang buas di pasar makanan laut” meskipun sumber pastinya masih belum ditentukan. Dua penelitian dari Cina menunjukkan bahwa kelelawar adalah asal usulnya, karena jenis ini ditemukan berkaitan erat dengan jenis yang ada pada hewan.

Sementara Dokter Nathalie MacDermott dari King’s College London mengatakan kepada AFP bahwa kemungkinan virus itu menyebar melalui udara yang diakibatkan karena bersin atau batuk.

Penyebaran Virus Corona tidak hanya terjadi di China. Tetapi juga mulai menyebar ke negara lain. Setidaknya, sejauh ini tercatat Sembilan negara yang melaporkan warganya terjangkit virus yang diduga kuat berasal dari Pasar Seafood Huanan ini.

Kasus pertama dari virus yang dilaporkan di luar China terjadi pada 13 Januari, ketika seorang wanita Cina didiagnosis dengan pneumonia ringan setelah kembali ke Thailand usai perjalanan dari Wuhan. Kasus lain dikonfirmasi di Jepang pada hari berikutnya.

Thailand tercatat memiliki kasus yang paling banyak dilaporkan, yaitu empat. Amerika serta Prancis juga sudah melaporkan ada warganya terjangkit virus ini.

Singapura melaporkan kasus pertamanya pada 23 Januari. Saat itu, seorang lelaki Tionghoa berusia 66 tahun dari Wuhan yang tiba di Singapura pada 20 Januari dan tinggal di Shangri-La’s Rasa Sentosa Resort.

Dia melaporkan gejala-gejala seperti sakit tenggorokan dan demam dan pergi ke Singapore General Hospital, di mana dia didiagnosis menderita pneumonia dan diidentifikasi sebagai suspect pasien Virus Corona. Dia dipastikan telah terinfeksi oleh virus itu pada 23 Januari.

Atas dasar ini, pelacakan kontak langsung dimulai untuk mengidentifikasi orang-orang yang mungkin memiliki kontak dekat dengan pria tersebut. Dua kasus lain telah dikonfirmasi, salah satunya adalah putra pria berusia 37 tahun itu.

Menghindari dari terjangkitnya virus ini, warga disarankan untuk mengambil mengenakan masker saat mengalami gejala pernapasan seperti batuk atau bersin. Sering-sering juga menjaga kebersihan seperti sering mencuci tangan.

Mereka juga harus menghindari tempat dan kontak dekat dengan orang yang tidak sehat atau menunjukkan gejala penyakit.[asa]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar