Wacana Diduetkan Dengan Gibran di Pilkada Solo, Begini Jawaban Paundra dan Didit

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka kerap dicomblangin dengan beberapa nama tenar untuk diduetkan di Pilkada Solo, pada 2020 mendatang. Dua diantaranya yakni cucu Soekarno Paundrakarna Sukma Putra Jiwanegara dan putranya Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo. Kedua sosok itupun sama-sama angkat bicara.

Didit misalkan, melalui juru bicara Parta Gerindra Kawendra, dia menegaskan sama sekali tidak tertarik dengan dunia politik. Karena ingin fokus dengan dunia kreatif. “Baru saja saya berkomunikasi, bahwa beliau (Didit) tidak ingin terlibat di dunia politik, dan tidak tertarik masuk ke ranah politik. Tidak tertarik karena ingin tetap fokus di dunia kreatif,” katanya Kawendra.

Baca Juga:

Sementara Paundrakarna Sukma Putra Jiwanegara mengemukakan, hingga saat ini, keputusan untuk terjun ke dunia politik belum bisa diambilnya, karena masih banyak pertimbangan yang harus dipikirkannya sebelum benar-benar terjun ke dunia politik. Meski begitu, dia mengaku sangat bersyukur disebut sebagai salah satu calon pendamping Gibran dalam Pilkada Solo.

“Saya senang, bersyukur, berterimakasih ada pihak yang memikirkan saya dan membutuhkan saya dalam hal positif. Tapi untuk ke depan apakah saya bersedia atau tidak (belum diputuskan),” katanya, baru-baru ini.

Paundra menambahkan, tidak terlalu berambisi untuk menjadi seorang pemimpin ataupun wakil wali kota. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan. Secara pribadi, dia lebih santai.

“Saya orangnya tidak ngoyo, tidak berambisi dan kalau memang jalan Tuhan, kalau memang kehendak Tuhan. Dan jika sudah takdir semua akan terjadi seperti yang sudah seharusnya dan semestinya,” katanya.

“Iya atau tidaknya itu tadi, masih ada urusan dan hal yang saya pikiran. Jadi tidak selalu untuk menjadi terkenal, orang besar, sukses dalam karier melalui jalan karier,” tegasnya.

Sebelumnya, Gibran pun mengaku siap untuk berduet dengan Didit, tetapi bukan dalam kontestasi politik, melainkan dalam bisnis kreatif. “Kemarin memang bertemu dan kita ngobrol sedikit. Saling mendoakan orang tua masing-masing, saling mensuport orang tua masing-masing. Mas Didit kan di ekonomi kreatif juga,” kata Gibran.

“Kalau ke situ (politik) belum. Ya banyak yang bisa di share, kayaknya mas Didik juga mau menetap di Indonesia. Saya siap kolaborasi, kerja bareng dipikir bareng,” jelasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *