WP KPK Desak Tim Tekhnis Umumkan Hasil Investigasi Kasus Novel Baswedan

  • Whatsapp
Ketua WP KPK Yudi Purnomo bersama Novel Baswedan

INDOPOLITIKA.COM – Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap tim teknis pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan dapat memberikan keterangan secara spesifik pada akhir Oktober ini.

“Apapun hasilnya, baik pelakunya tertangkap atau belum tertangkap, ditemukan fakta-fakta baru, bukti-bukti baru, kesaksian baru, tim teknis bisa mengumumkan ke masyarakat sebagai bentuk transparansi,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap saat dihubungi, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga:

Yudi juga mengatakan, nantinya apabila sudah diumumkan, Presiden Jokowi dapat mengevaluasi terhadap kinerja tim teknis yang sudah dilakukan selama ini.

“Apalagi sebelumnya pak jokowi juga sudah memotong dari 6 bulan hasil rekomendasi TPF Gabungan pakar dan kepolisian menjadi 3 bulan,” ujarnya.

Yudi mengakui, belakangan, pengungkapan hasil dari tim teknis agak sedikit tertunda lantaran banyaknya agenda-agenda besar setelah 19 Oktober kemarin.

“Misalnya pelantikan Presiden, kemudian penyusunan kabinet, dan kemudian juga pembentukan alat kelengkapan dewan DPR dan sekarang mau ada pemilihan Kapolri. Tentu saja pengungkapan kasus penyiraman air keras agak tertunda,” imbuhnya.

Untuk itu, apabila pada akhir Oktober ini belum ada pelaku yang tertangkap, Yudi mengatakan presiden Jokowi lah yang harus memutuskan untuk dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) atau seperti apa nantinya.

“Karena kami harapkan bahwa kasus terhadap bang Novel ini akan menjadi pembuka kotak pandora teror-teror terhadap pegawai KPK dan juga pimpinan KPK yang belum terungkap selama ini,” pungkasnya.

Diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya memberikan waktu tiga bulan terhadap tim teknis untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Tim ini dibentuk pada pertengahan Juli 2019 dan bertanggung jawab langsung kepada Idham Azis.

Pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Tim Pencari Fakta bentukan Polri dalam kasus penyiraman air keras. Kepada tim teknis, Presiden Jokowi memberikan waktu tiga bulan untuk menangkap pelaku penyiraman. Tenggat waktu itu akan habis pada pertengahan Oktober ini.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal menyebut masa kerja tim teknis berlaku sampai 31 Oktober 2019.

“Sprin (surat perintah) Kabareskrim Komjen Idham Azis berlaku sejak 3 Agustus sampai 31 Oktober 2019,” kata Iqbal, Rabu (16/10/2019).{rif}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *