Wadaw, Rahmat Effendi Minta Rp 752 Miliar ke Anies Soal Kompensasi Sampah

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemprov DKI Jakarta telah meresmikan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF). Namun Walikota Bekasi Rahmat effendi meminta kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk tidak melupakan kewajibannya mengenai dana kompensasi bau sampah.

Untuk 2019, Pemkot Bekasi kembali mengajukan dana bantuan kompensasi dan bau serta dana kemitraan dengan total Rp 752 miliar.

Berita Lainnya

“Jadi harus diluruskan jangan sampai tersesat, sehingga menjadi persepsi yang salah,” kata Rahmat di Bekasi, Senin (11/11/2019).

Rahmat mengatakan, dalam perjanjian klausul pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk menangani lingkungan. Sehingga, pembangunan ITF jangan dijadikan alasan menghilangkan kewajibannya.

Menurutnya, ada dua klausul perjanjian yang sudah dibuat. Pertama Pemkot Bekasi dapat uang kompensasi dan bau, dan kedua Pemkot Bekasi juga mendapat bantuan kemitraan.

“Perjanjian itu jangan sampai tidak dijalankan karena sudah ada sebelum Pak Anies,” kata Rahmat.

Perlu diketahui, berdasarkan data yang diperoleh, sejak 2015 silam, Pemprov DKI sudah memberikan bantuan sebesar Rp 98 miliar. Dana kemitraan tersebut terus meningkat tiap tahunnya.

Pada 2016 dana kemitraan diberikan dari DKI sebesar Rp 151 miliar, pada 2017 sebesar Rp 248 miliar namun pada 2018 dana kemitraan berhenti dan hanya ada dana kompensasi bau. Untuk 2019, Kota Bekasi memperoleh dana kemitraan dari DKI sebesar Rp 560 miliar.

Sedangkan di 2019, Pemkot Bekasi menaikkan anggaran kompensasi bau sampah dengan mengajukan d dana kemitraan dengan total Rp 752 miliar.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *