Waduh…Indonesia Diprediksi Bakal Seperti Cina & Italia jadi Episentrum Corona Dunia

  • Whatsapp
Penguburan jenazah pasien Corona. Foto/NET

INDOPOLITIKA.COM – Para pakar kesehatan menyatakan, Indonesia menghadapi lonjakan kasus penyebaranvirus coronaatau Covid-19 karena lambannya respons pemerintah. Pemerintah pun terkesan menutupi terkait skala wabah di negeri berpenduduk sekitar 260 juta, yang merupakan terpadat keempat di dunia tersebut.

Hingga Selasa (24/3), Indonesia tercatat memiliki 686 kasus pasien positif corona. Namun, data ini dianggap mengecilkan skala infeksi karena rendahnya jumlah tes di lapangan dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia telah melaporkan 55 kematian, tertinggi di Asia Tenggara. (Data terbaru pada Rabu (25/3) menunjukkan jumlah pasien corona mencapai 790 kasus dengan tingkat kematian 58 orang).

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Reuters, Kamis (26/3/2020), sebuah studi oleh Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London yang dirilis pada Senin, (23/3/2020) memperkirakan bahwa hanya 2% dari infeksi coronavirus di Indonesia telah dilaporkan.

Pemodel lainnya memproyeksikan bahwa kasus dapat meningkat hingga 5 juta di ibukota Jakarta, pada akhir April jika skenario terburuk terjadi.

“Kami telah kehilangan kendali, itu telah menyebar di mana-mana,” Ascobat Gani, seorang ekonom kesehatan masyarakat mengatakan kepada Reuters. “Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu,” katanya.

Sistem Kesehatan Indonesia Disebut Buruk

Sistem kesehatan Indonesia sangat buruk dibandingkan dengan negara lain yang terkena dampak virus corona. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia hanya memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit. Angka itu berarti sekitar 12 tempat tidur per 10 ribu orang. Bandingkan dengan Korea Selatan (Korsel) yang memiliki 115 per 10 ribu orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 2017, WHO juga menemukan Indonesia hanya memiliki empat dokter per 10 ribu. Angka itu lebih rendah dibandingkan Italia yang memiliki 10 kali lebih banyak atau Korsel yang memiliki dokter enam kali lebih banyak per kapita.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, membantah tentang hasil studi simulasi yang menunjukkan angka terburuk penularan corona. “Kita tidak akan sampai seperti itu,” kata Yuri merujuk perbandingan wabah yang menyebar di Italia dan Cina. “Yang penting adalah kita mengerahkan orang-orang… mereka harus menjaga jarak.”

Yuri menuturkan, dengan langkah-langkah menjaga jarak yang tepat, seharusnya tidak ada kebutuhan untuk tempat tidur tambahan. Selain itu, staf medis yang ada cukup untuk mengatasi wabah corona.

Namun, Budi Waryanto, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, mengatakan kepada Reuters: “Rumah sakit tidak siap untuk mendukung kasus-kasus potensial. Perawatan akan terbatas,” tegasnya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *