Waduh…Turki Buang Ribuan Kit Uji Corona Bantuan Tiongkok! Spanyol dan Ceko Juga?

  • Whatsapp
Para pekerja menyemprotkan disinfektan di lapangan Sultanahmet di depan Masjid Biru di Istanbul untuk mencegah penyebaran coronavirus. Foto/AFP

INDOPOLITIKA.COM – Tidak seperti negara lain yang bangga menerima bantuan kit pengujian Corona dari Tiongkok, beberapa negera ini justru menolak dan ‘membuang’ kit tersebut karena meragukan tingkat akurasi hasilnya. Turki misalnya, negara tersebut  mengatakan kit pengujian cepat dari Tiongkok itu, persentase keberhasilanya hanya 30-35 persen akurat.

Menurut pejabat Turki seperti dilansir PressTv, Pemerintah Turki telah membuang sampel kit pengujian cepat corona buatan China setelah mengetahui bahwa alat itu memberikan hasil tidak akurat. Pejabat itu tidak mengatakan hanya berapa kit yang akurasi hasilnya pas.

Bacaan Lainnya

Namun, hingga saat ini, kit pengujian itu belum digunakan ke masyarakat luas. “Kami telah menerima beberapa sampel dari perusahaan. Kami tidak menemukan mereka (kit uji Corona) layak,” kata pejabat tersebut.

Selain Turki, Spanyol juga dikabarkan menarik kembali kit pengujian bantuan dari China itu sejak Kamis lalu. Setidaknya, Spanyol menarik 9.000 kit buatan China setelah menyadari bahwa alat itu hanya memiliki akurasi 30 persen.

Outlet media Ceko juga melaporkan bahwa hingga 80 persen dari 150 ribu portabel tes cepat yang dikirim Cina ke negara tersebut awal bulan ini kebanyakan salah.

Pejabat Spanyol mengatakan kepada media bahwa alat uji juga diproduksi oleh perusahaan yang sama yang memasok pemerintah Turki. “Saya tidak dapat mengkonfirmasi apakah yang kami terima sama dengan yang ada di Spanyol,” tambah pejabat Turki itu.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca kemudian mengkonfirmasi pada hari Jumat bahwa Turki telah mencoba beberapa tes antigen cepat tiba dari Cina, tetapi pihak berwenang tidak senang dengan hal itu. “Kami tidak menggunakannya untuk kepentingan umum,” katanya dalam sebuah siaran televisi.

Koca juga mengatakan bahwa Turki telah menerima alat uji yang berbeda dan layak berdasarkan antibodi dari Cina. “Kami memiliki 350 ribu di antaranya sekarang,” jelasnya.

Seorang anggota dewan kementerian kesehatan Turki mengatakan, bahwa kumpulan alat kit pengujian itu hanya akurat 30-35 persen. “Kami telah mencobanya. Alatnya tidak berhasil. Spanyol telah membuat kesalahan besar dengan menggunakannya,” kata Profesor Ates Kara di CNNTurk.

Kara mengatakan Turki adalah salah satu dari tiga negara yang dapat menghasilkan tes reaksi rantai polimerase waktu nyata (PCR) mereka sendiri yang dapat memberikan hasil dalam enam jam.

Pada Jumat lalu, Turki mengumumkan 16 kematian baru dari penyakit ini, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 92. Koca mengatakan jumlah total infeksi yang dikonfirmasi telah mencapai 5.698, setelah 7.533 orang dites pada hari sebelumnya.

Dia juga mengatakan bahwa dewan sains khusus menyarankan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk lebih meningkatkan langkah-langkah penanganan di negara itu dengan mengisolasi kota, karena jumlah pasien di negara itu telah meningkat 50 persen dalam satu hari.[asa]

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *