Wafat Karena Bom, Anies Kenang Syekh Adnan Ulama Bijak, Cakrawala Berpikirnya Luar Biasa Luas

  • Whatsapp
Gubernur Anies Baswedan saat bertemu langsung, Mufti Agung Damaskus Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan turut merasakan duka mendalam atas wafatnya Mufti Agung Damaskus Suriah, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni yang wafat akibat ledakan bom, pada Kamis, (22/10/2020) waktu setempat.

“Pagi ini kabar duka itu datang. Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni berpulang ke Rahmatullah. Mufti Agung Damaskus itu wafat setelah luka parah akibat bom di mobilnya. Dini hari yang kelam di Damaskus. Duka mendalam bagi semua,” tulis Anies membagikan berita duka tersebut melalui akun instagramnya, dilihat indopolitika.com, Jumat (23/10/2020).

Berita Lainnya

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok ulama terkemuka ini. Anies bercerita, tahun lalu, Syekh Muhammad Adnan menyempatkan silaturahmi ke Balaikota DKI Jakarta. Saat itu, mereka diskusi panjang soal umat dan tantangan kemanusiaan dunia.

“Seorang alim yang amat bijak. Ilmunya dalam, cakrawala berpikirnya luar biasa luas dan pandangan-pandangannya meneduhkan. Pertemuan yang amat mengesankan,” kenang Anies.

Anies juga mengenang almarhum Syekh Muhammad Adnan pernah menjadi khotib di Balaikota. “Jumat siang itu almarhum pun jadi Khotib sholat Jumat di Balaikota. Hari Jumat pula, Ia pulang lebih dulu ke Rahmatullah,” tulis Anies.

“Doakan Allahyarham syahid, dimuliaakan di sisiNya. Dan, pada jamaah sholat Jumat dimanapun, mari kita tegakkan sholat ghaib utk Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni,” imbau Anies.

“InsyaAllah, siang ini, di hari Jumat yg penuh berkah ini, dari masjid di balaikota yang beliau pernah beri khotbah, yang beliau pernah sujud menempelkan keningnya, akan dikirimkan doa dan tegakan sholat ghaib untuknya. Alfatihah,” tutup Anies. [ind]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *