Wagub Banten Dorong Kepala OPD Tonjolkan Program Inovatif  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA- Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup pemprov  menghadirkan inovasi program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini sebagai salah satu support saya kepada kepala OPD yang ingin melakukan inovasi-inovasi, baik inovasi program, inovasi tatanan kerja dan inovasi perencanaan program yang akan dijalankan di pemerintahan di Pemprov Banten,” kata Andika, Rabu (4/9).

Baca Juga:

Andika mengatakan, inovasi-inovasi program pembangunan yang dilaksanakan oleh OPD Provinsi Banten harus memberikan dampak pada kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Putra Ratu Atut ini menyebutkan sejumlah proyek perubahan yang disulkan oleh peserta PKN atau Diklatpin II tersebut  juga harus sejalan dengan RPJMD, serta visi dan misi yang dilaksanakan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Tadi proyek perubahannya ada yang terkait pengembangan pariwisata seperti disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, pengembangan Bumdes oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,”ungkapnya.

Selain itu, kata Andika, ada juga proyek perubahan untuk peningkatan pengelolaan keluarga penerima manfaat program Jamsosratu oleh Dinas Sosial dan juga pengembangan program untuk pengembangan Pelabuhan Merak mengantisipasi kemacetan saat arua mudik yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Banten.

“Nanti saya akan mengawal agar proyek perubahan pada Diklatpim ini bisa dijalankan setelah selesai kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Banten Endrawati mengatakan, seminar proyek perubahan ini adalah bagian dari proses penilaian bagi peserta Diklatpim,  dengan bobot  50 persen dari keseluruhan penilaian peserta Diklatpim II.

Peserta Diklatpim II di BPDM Banten sendiri kata Endarwati, diikuti 52 orang dari Provinsi Banten dan sejumlah daaerah lainnya di Indonesia. Ada beberapa peserta juga dari  Lembaga dan Kementerian. “Nanti ada lagi tahap berikutnya ujian tertulis dan seminar akhir proyek perubahan. Itu diantara proses ujian yang harus dilalui oleh peserta Diklatpim II ini,” pungkas Endarwati. {ars/asa} 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *