Wah, PNS Meninggal Akibat Virus Corona Dapat Santunan Puluhan Juta

  • Whatsapp
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo

INDOPOLITIKA.COM – Pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19) bakal diberikan uang santunan puluhan juta Rupiah.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Berita Lainnya

“ASN yang dinyatakan tewas akan mendapatkan hak-hak kepegawaian berupa santunan kematian terdiri dari uang duka wafat, biaya pemakaman, dan bantuan beasiswa yang diberikan kepada ahli waris,” kata Kabiro Humas BKN Paryono lewat keterangan tertulis, Kamis (2/4/2020).

Dalam PP Nomor 70 tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian ada sejumlah pasal yang mengatur pemberian santunan. Di antaranya Pasal 15, 17, 20, 24 dan 25.

“Santunan kematian kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf f diberikan kepada ahli waris dari Peserta (PNS) yang tewas sebesar 60% (enam puluh persen) dikali 80 (delapan puluh) Gaji terakhir yang dibayarkan 1 (satu) kali,” mengutip Pasal 15.

Kemudian pada Pasal 17 ayat (3) dijelaskan bahwa keluarga PNS yang wafat diberikan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta dengan sekali pembayaran. Keluarga PNS pun mendapat santunan dari aspek Jaminan Kematian, yaitu Rp 15 juta seperti diatur dalam Pasal 24.

Pada Pasal 25, keluarga PNS yang bersangkutan juga akan diberikan uang duka wafat berupa 3 kali gaji terakhir. Para ahli waris, yakni anak-anak PNS yang wafat pun berhak menerima beasiswa. Diatur dalam Pasal 20 Ayat (1).

Anak yang masih duduk di bangku SD diberikan Rp 45 juta. Lalu anak yang duduk di bangku SMP mendapat Rp 35 juta dan SMA sebesar Rp 25 juta. Anak yang masih berkuliah berhak atas beasiswa Rp 15 juta.

Keluarga PNS yang wafat akibat virus corona berhak memperoleh itu semua karena termasuk meninggal dunia saat menjalankan dinas. Itu sudah diatur dalam Lampiran II Peraturan Kepala BKN Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pedoman Kriteria Penetapan Kecelakaan Kerja.

Pegawai Negeri Sipil yang wafat akibat corona juga akan diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. “Sesuai dengan PP Nomor 99 Tahun 2000 dan PP Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil, PNS yang dinyatakan Tewas diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi,” kata Paryono.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo meminta instansi pemerintah pusat dan daerah memberikan data Aparatur Sipil Negara yang terpapar Covid-19 atau penyakit virus corona.

Hal tersebut diumumkan melalui SE MenPANRB No. 34 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas SE MenPANRB No. 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah.

“Para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) agar melakukan pembaharuan data Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar atau terkonfirmasi positif Covid-19 melalui Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK),” ujar Tjahjo dalam surat edaran yang diterbitkan baru-baru ini.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana meminta instansi di seluruh daerah untuk melengkapi data ASN terpapar corona. Hal tersebut gunanya untuk memenuhi hak kepegawaian bagi ASN terpapar.[ab]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *