Wakil Walikota Tangsel Belum Tentu Didukung Golkar

Dinamika Politik Susah Ditebak Bos
  • Whatsapp
Salam kompak : Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dalam sebuah kesempatan/NET

INDOPOLITIKA- Hasrat Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie untuk bisa mencalonkan diri pada Pilkada 2020 mendatang sedikit menemui ganjalan. Terutama untuk partai politik pengusung. Konon, Golkar akan mendukungnya kelak. Tapi dinamika politik bisa saja berubah, begitu juga dukungan Golkar yang belum tentu pasti.

“Semua partai saya yakini masih mengamati, belum memutuskan. Termasuk Partai Golkar. Apa yang disampaikan Benyamin Davnie yang mengaku telah didukung oleh Airin, itu sebatas klaim personal, secara kelembagaan partai belum lada,” ujar Septian Arief Budiman, pengkaji sosial politik, Universitas Pamulang (Unpam), Jumat (6/9) lalu.

Baca Juga:

Menurut Septian, persoalan klaim-mengklaim dukungan itu suatu yang wajar dalam politik. Apalagi klaim itu dimanfaatkan untuk mendulang dukungan dari masyarakat.

Airin terang Septian, memiliki jaringan yang kuat di tingkat bawah. Inilah yang coba dimanfaatkan oleh Benyamin Davnie. Sementara kata Septian, internal Partai Golkar sendiri belum semuanya mendukung Benyamin. Salah satu alasannya Bang Ben masih tercatat sebagai kader Partai Nasdem. Sementara Nasdem tidak mendapat kursi di DPRD Kota Tangsel. “Alasan lain, banyak kader internal Golkar yang punya potensi sebagai calon walikota,” bebernya.

Hal senada dikemukakan Ahmad Syauqi, penggiat Lingkar Kaji Isu-Isu Strategis (LKiS). Menurutnya dalam menentukan calon walikota, parpol akan menghitung secara matang. Golkar yang diketuai Airin, dianggap oleh sebagian masyarakat Tangsel mewakili Trah Rau, bahkan sekarang ada Trah Airin.

“Saya yakin Golkar akan berhati-hati sekali. Ini belajar dari kekalahan Pilgub Banten. Pasangan Wahidin Halim-Andika kalah di Tangsel. Kondisi ini berbeda ketika pilpres, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Tangsel. Itu gambaran, masyarakat Tangsel adalah pemilih dinamis,” katanya.

“Ini artinya apa, Golkar harus mengusung calon yang mengakar,” sambungnya.

Kata Syauwi, sampai bulan November nanti, semua bakal calon yang muncul ke permukaan sebaiknya banyak turun ke masyarakat. Hal itu sebagai upaya mendongkrak popularitas.

“Pilkada kali ini juga menjadi pertaruhan Airin sebagai ketua partai untuk membuktian kemandirian dan kedewasaan berpolitik,” pungkas Syauqi. [asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *