Wakil Walikota Tangsel Terpilih Imbau Warga Tak Mudik Lebaran: Mohon Ikuti Imbauan Pemerintah

  • Whatsapp
Wakil Walikota Tangsel terpilih, Pilar Saga Ichsan

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah sudah memutuskan mudik lebaran 2021 ini ditiadakan. Keputusan itu diambil untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 paska libur panjang. Karena itu, warga diminta menunda rencana mudik dan mendukung keputusan pemerintah tersebut.

Imbauan untuk tidak mudik juga disampaikan Wakil Walikota Tangsel terpilih, Pilar Saga Ichsan. Menurut Pilar, risiko penularan saat musim mudik sangat berbahaya, karena paparan virus bisa menyebar ke berbagai wilayah.

Berita Lainnya

Pemerintah sendiri, kata duet Benyamin Davnie ini, sudah memperhitungkan dengan matang sebelum mengeluarkan kebijakan larangan mudik ini. “Bagaimanapun pemerintah pusat sudah memperhitungkan sekian buruknya adanya mudik dan lain sebagainya, jadi ya mohon diikuti,” imbau Pilar, kemarin.

Lanjut Pilar, ia pun meminta kepada Warga Tangsel untuk tetap di rumah dan menjalani Ibadah Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga terdekat.  “Saya harap untuk tahun ini saja merayakan dengan keluarga yang ada di Tangerang Selatan,” imbaunya.

Seperti diketahui, pemerintah meniadakan mudik Lebaran pada 2021. Arahan ini diberikan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Larangan mudik mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021. “Tahun 2021, mudik ditiadakan, berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat,” kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Muhadjir mengatakan seluruh kementerian dan lembaga akan melakukan komunikasi publik yang baik tentang peniadaan mudik ini. “Larangan mudik akan dimulai pada 6-17 Mei 2021 dan sebelum dan sesudah tanggal itu, diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang ke luar daerah kecuali benar-benar dalam keadaan mendesak dan perlu,” tegasnya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil mengingat tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, kata dia, salah satu upaya pemerintah yang sedang dilakukan dalam penanganan Covid-19, yakni vaksinasi bisa berjalan maksimal.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun cuti bersama Idul Fitri tetap ada, yakni satu hari, tetapi tidak boleh ada aktivitas mudik yang dilakukan. Selanjutnya, kata dia, aturan-aturan yang menunjang peniadaan mudik tersebut akan diatur oleh kementerian/lembaga terkait, termasuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

“Di dalamnya akan diatur mengenai langkah-langkah pengawasannya oleh TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan lain-lain,” kata Muhadjir. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *