Walhi Nilai Pemindahan Ibukota Bukan Solusi

  • Whatsapp
Zenzi Suhadi

INDOPOLITIKA – Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Zenzi Suhadi mengatakan Jakarta dan Kalimantan Timur sedang butuh pemulihan, bukan bertukar soal pemindahan ibukota.

Zenzi menjelaskan di Jakarta polusi udara sudah memasuki level mengerikan. Sementara itu Kalimantan Timur kondisinya justru memprihatinkan terutama soal tambang dan lingkungan.

Baca Juga:

Presiden Jokowi yang kini sedang digugat oleh publik, seharusnya menempatkan masalah polusi udara sebagai pekerjaan rumah utama yang segera diselesaikan. Apalagi Presiden adalah satu di antara pihak yang digugat publik.

“Jakarta saat ini mengalami krisis lingkungan seperti air tanah yang berkurang, kemacetan dan polusi. Justru di sini letak kepemimpinan Jokowi diuji, apakah ikut bertanggung jawab mencari solusinya atau malah lari memindahkan ibu kota, meninggalkan rakyat dengan persoalan dan beban, ini menjadi cermin juga untuk persoalan lingkungan lainnya,” ungkap Zenzi melalui pesan tertulis yang diterima Indopolitika, Selasa (27/8).

Sementara itu, Kalimantan Timur sudah tersandera konsesi pertambangan, perkebunan sawit dan izin kehutanan. Sisanya adalah hutan lindung. Ini juga yang akan ditargetkan untuk ibu kota.

Menurut catatan Jaringan Advokat Tambang (Jatam), terdapat 13,83 juta hektar izin dan 5,2 juta diantaranya adalah izin pertambangan. Jika ditambahkan dengan luasan izin lainnya maka izinnya lebih besar dari daratan Provinsi Kalimantan Timur itu sendiri.

“Beban lingkungan yang ditanggung Kalimantan Timur itu justru sama besarnya dengan yang ditanggung Jakarta,” katanya.

Lubang-lubang tambang yang terus membunuh masyarakat, dan tidak adanya penegakan hukum bagi pemilik eks konsesi, ini yang harus dibenahi terlebih dahulu. “Alih-alih mewariskan sejarah memindahkan ibu kota negara, Jokowi justru akan dikenang sebagai Presiden yang menghindari masalah, bukannya bekerja dan menyelesaikannya” kata Zenzi.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *