INDOPOLITIKA – Hadirnya Sekolah Rakyat menandai wajah baru pendidikan di Indonesia. Digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, sekolah berkonsep asrama ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi serta menghadirkan pendidikan gratis berkualitas untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sebagai solusi atas krisis pendidikan ini, Sekolah Rakyat hadir dengan tiga prinsip utama. Yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.
Format boarding school dipilih agar anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa percaya diri.
Proses rekrutmen pun tidak konvensional. Anak-anak dipilih berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dijemput langsung oleh tim pemerintah, bahkan dari daerah terpencil dan rumah tanpa listrik.
Pembelajaran di Sekolah Rakyat menggunakan teknologi terkini, seperti Learning Management System (LMS), smartboard, dan laptop. Kurikulumnya menggabungkan standar akademik nasional dengan penguatan karakter.
Sekolah Rakyat di Kota Tangsel
Sama seperti di daerah lainnya, Sekolah Rakyat juga hadir di Kota Tangsel, Banten. Pemkot Tangsel menyambut baik adanya program sekolah rakyat.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Sekolah Rakyat tersebut dibangun di Jalan Kencana, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.
Untuk tahap awal ini sekolah rakyat akan menyasar para peserta didik di tingkat menengah atas atau SMA. Penyelenggaranya merupakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Namun, Pemerintah Tangsel sebagai tuan rumah tentunya tidak hanya diam. Bantuan dan dukungan juga diberikan maksimal untuk mensukseskan pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan dalam hal ini Gubernur Banten Andra Soni telah membangun gedung pelayanan pendidikan di wilayah Tangsel.
“Sekolah rakyat ini kan tingkat SMA yah, pak gubernur di Tangsel ini sudah menyiapkan di Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Benyamin, Senin (28/07/2025).
Kata Benyamin pihaknya akan mendukung dan juga mengikuti arahan gubernur. Namun dirinya berharap jika peserta didiknya nanti bisa dari wilayah Kota Tangsel.
“Ya tentu nanti dukungannya, saya tidak mau melangkahi kebijakan gubernur tentunya. Tapi diharapkan nanti pesertanya atau muridnya yang ada di Tangerang Selatan bisa mengakses layanan tingkat sma tersebut,” kata dia.
Kata Benyamin untuk mensukseskan program tersebut pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa permintaan.
“Kunjungan kepala sekolah kemarin minta dibantu mengenai pemeriksaan kesehatan bagi anak anak yang baru masuk misalnya,” ujarnya.
Benyamin juga akan membantu pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bidang keamanan.
“Kemudian juga kebersihan karena itu bangunan baru kita sudah siapkan di OSS terutama bagian umum kemudian juga untuk keamanan, saya minta beliau untuk bersurat ke Polsek nanti kita backup,” ujarnya.

Banten Siapkan 6 Lahan Sekolah Rakyat
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan pihaknya sangat antusias menyambut Program Sekolah Rakyat.
“Saya sudah mengajukan 5 titik di Provinsi. Ditambah tadi Lebak mengajukan 1 lahan seluas 10 hektare untuk mendukung Sekolah Rakyat,” kata Andra Soni.
Ia menuturkan pihaknya akan mengoptimalkan bangunan-bangunan sekolah eksisting yang telah ada.
“Seperti salah satu sekolah yang ada, kondisi hari ini struktur bangunannya masih kuat tapi harus direnovasi. Nah ini yang salah satunya akan kita buat menjadi program Sekolah Rakyat,” ucapnya.
Ia menambahkan pihaknya memiliki prinsip yang sama dengan Kemensos dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat.
“Jadi intinya semangat yang dibawa adalah semangat bagaimana kita berpihak kepada warga miskin,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah ungkapkan dirinya ajukan tambahan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ke Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf. Di Provinsi Banten, dua Sekolah Rakyat yang sudah siap berada di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Lebak.
“Hari ini penandatanganan pinjam pakai untuk Sekolah Rakyat di Provinsi Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan. Pemprov Banten dan pemerintah kabupaten/ kota sangat mendukung program Sekolah Rakyat. Program ini harus sukses dan didukung oleh segenap elemen,” aku Dimyati.
Dikatakan, di Provinsi Banten kemungkinan akan ada beberapa lagi Sekolah Rakyat. Pihaknya sudah mengusulkan untuk dibangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, serta kota – kota yang ada di Provinsi Banten.
“Mudah – mudahan ini bisa terwujud. Program ini sangat bagus sekali untuk membantu masyarakat kecil atau masyarakat miskin, rakyat Indonesia,” pungkas Dimyati. (Adv)












Tinggalkan Balasan