Walikota Solo Bantah Kabar Yang Menyebutkan Hubungannya Renggang Dengan Presiden

  • Whatsapp
Fx Hadi Rudyatmo dan Gibran Rrakabuming Raka

INDOPOLITIKA.COM- Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo beberkan hasil pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

Langkah ini bisa jadi untuk mematahkan sejumlah spekulasi yang menyebutkan hubungannya dengan Presiden Jokowi renggang menyusul pencalonan putra sulung Presiden, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon Walikota Solo.

Berita Lainnya

FX Rudyatmo bertemu Presiden di Yogyakarta, Jumat (31/01/2020). Dalam pertemuan itu Rudy curhat seputar persoalan Kota Solo.

“Salah satunya saya minta pemerintah pusat segera mengakuisisi Benteng Vastenburg agar kembali ke negara, entah dibeli atau dihibahkan karena kami tidak ada kekuatan untuk membeli lahan yang ada di benteng,” katanya di Solo, Minggu (02/02/2020).

Dalam kesempatan itu Rudy juga meminta pemerintah pusat bersedia membantu menyelesaikan pembangunan Masjid Sriwedari mengingat lahan tersebut sudah sah dimiliki Pemkot Surakarta.

Selain itu Rudy juga curhat terkait pelayanan BPJS Kesehatan RSUD Bung Karno. Dia bilang meski nota kesepahaman dengan BPJS Kesehatan sudah ditandatangani, namun pelayanan BPJS Kesehatan yang seharusnya mulai berlaku per 1 Februari 2020 hingga saat kini belum bisa dinikmati pasien.

“Alasan dari BPJS karena RS Bung Karno belum terakreditasi, padahal Pemkot sudah membuat pernyataan siap untuk diakreditasi,” katanya.

Sekadar informasi, sebelumnya sempat beredar isu hubungan mantan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Solo ini sempat renggang menyusul majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Walikota Solo di Pilkada 2020 melalui PDIP.

Jauh sebelum Gibran memutuskan maju Rudy yang juga Ketua DPC PDIP Kota Surakarta sudah mengusung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakoso sebagai jago. Belakangan Gibran ikut maju dengan mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah sebagai calon Walikota.

Saat ditanya apakah dalam pertemuannya dengan Jokowi, Rudy juga membahas soal Pilkada Solo, Rudy enggan memberikan banyak penjelasan.

“Semua diserahkan ke DPP. Kalau saya mengacu PP (Peraturan Partai) Nomor 24 Tahun 2017. Kami tetap menunggu rekomendasi partai. Itu yang harus dijalankan,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia juga memastikan tidak ada permasalahan apa pun dengan Presiden Jokowi. “Cukup lama juga bertemu beliau kemarin, sampai pukul 20.30 WIB,” katanya.[sgh]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *