Wamen PDTT Budi Arie Sebut 15 Desa Fiktif Yang Ditemukan Itu Kesalahan Administrasi

  • Whatsapp
Wamen PDTT Budi Arie Setiadi

INDOPOLITIKA.COM- Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  Budi Arie mengatakan setidaknya ada lima belas desa fiktif yang ia temukan. Hanya saja ia tidak merinci dimana saja desa fiktif itu berada. Ia hanya menyebut desa fiktir terjadi karena kesalahan dari administrasi dan sudah ada sejak tahun 2015 lalu.

Ia mencontohkan di Pulau Jawa misalnya, ada desa di Sidoarjo yang masyarakatnya semua meninggalkan desa tersebut lantaran menjadi korban lumpur Lapindo. Kemudian desa tersebut tidak berpenghuni.

Baca Juga:

Selain itu ada desa-desa yang masyarakatnya hanya ada pada malam hari, karena siang nya mereka keluar dari desa untuk berkebun. Desa itu adanya di wilayah Kalimantan serta Papua. Desa-desa ini tidak dinyatakan fiktif karena masyarakatnya tetap ada dan desa tetap dihuni.

Meskipun demikian, Kata Arie pihaknya akan mencari tahu dan mengaudit desa-desa fiktif tersebut.  Ia juga akan meilbatkan kementerian-kementerian terkait.

“Untuk 15 desa ini akan segera diteliti,  diaudit untuk mencari kejelasan persoalannya. Penangananya melibatkan beberapa pihak tidak hanya Kementrian PDT, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan sebagainya,” ujarnya.

Ari juga ia berjanji, pihaknya berupaya mengevaluasi desa-desa fiktif tersebut agar tidak berbuntut pada kasus hukum seperti penggelapan dana bantuan.

 “Untuk penertiban administrasi desa tentu bukan kewenangan Kementrian PDTT, itu tugasnya di kementrian lain. Tapi kami bersama kementrian lain berupaya mengevaluasinya dan mengaudit,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pihaknya menemukan adanya desa fiktif yang menerima kucuran dana dari program dana desa sebesar 1 miliar. Kemudian modus lainnya adalah dengan adanya kucuran dana yang nilainya fantastis ini, membuat banyak pihak yang membentuk desa baru hanya untuk mendapatkan dana desa rutin tiap tahunnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *