Wamenag Lebih Sreg Gunakan ‘Perusuh Agama’ Untuk Ganti Istilah Radikalisme

  • Whatsapp
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi

INDOPOLITIKA.COM- Merespons permintaan Presiden Jokowi agar mengganti istilah radikalisme, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi memilih menggunakan istilah perusuh agama bagi para radikalis.

“Apapun istilahnya, apakah itu manipulator agama atau perusuh agama, perusuh yang menciptakan situasi yang bisa mencerai beraikan bangsa Indonesia, itu harus kita tolak bersama,” kata Zainut saat ditemui pada HUT ke-55 Tahun Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI) di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (3/11).

Baca Juga:

Wakil Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyebut Jokowi mengubah istilah radikalisme karena ingin ajaran agama dijalankan secara benar. Agama, kata dia, hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah.

Zainut menilai kerukunan di antara umat beragama merupakan modal yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia.

Dia menyampaikan setiap pemuka agama memegang peran penting dalam memerangi radikalisme dengan mendewasakan cara berpikir umat beragama.

“Agar kerukunan antarumat agama tetap terjaga, perlu kedewasaan berpikir para pemeluk agama masing-masing. Dengan pemahaman moderasi beragama yang komprehensif, umat beragama akan dapat mencegah berkembangnya pemahaman radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta jajarannya melakukan upaya serius untuk mencegah meluasnya gerakan radikalisme. Menurutnya, perlu pula membuat istilah baru guna mencegah penyebaran radikalisme dengan menerapkan label ‘manipulator agama’.

“Atau mungkin enggak tahu, apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama,” kata Jokowi sampaikan saat membuka rapat terbatas dengan topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Kamis (31/10).[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *