Wanto Sugito Ingin Kader PDIP Maju di Pilkada Tangsel 2020

  • Whatsapp
Wanto Sugito

INDOPOLITIKA – Geliat Pilkada serentak 2020 mendatang, mulai menggema di berbagai di daerah. Salah satunya di Tangerang Selatan. Sebagai kota satelit Ibukota, Pilkada Tangsel menjadi sangat dinamis.

Berdasarkan survei di Konsep Indonesia (Konsepindo), tidak ada calon yang kuat dalam pertarungan Pilkada Tangsel 2020 termasuk calon petahana yakni Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Meski elektabiltasnya sebesar 27 persen namun pemilih militannya hanya sebesar 7.7 persen.

Baca Juga:

Hal ini menandakan semua bakal memiliki peluang yang terbuka dalam pertarungan Pilkada Tangsel 2020.

Menanggapi hal ini, Ketua DPC PDI Perjuangan Tangsel, Wanto Sugito mengatakan, survei sebagai salah satu referensi untuk partai politik menentukan pilihannya di Tangsel, tak terkecuali PDIP.

“Hasil survei nanti akan kita jadikan sebagai salah satu pertimbangan PDI Perjuangan dalam menentukan kandidat Walikota Tangsel, apalagi hasil kongres PDIP menargetkan kemenangan sebesar 50 persen pada pilkada 2020,” ucapnya saat dihubungi Indopolitika, Jumat (16/8).

Meskipun jadi salah satu pertimbangan, Wanto Sugito menyebut internal partainya punya kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh siapapun yang berkomitmen memajukan Tangsel melalui Pilkada.

“Kita ditargetkan mendorong 75 persen kader untuk ikut kontenstasi Pilkada 2020 itu amanat kongres, namun kita tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi atau mencalonkan kandidat dari luar partai asalkan sesuai dengan kriteria,” sambungnya.

Menurut Sekjend Repdem tersebut menambahkan kriteria yang harus dimiliki calon yang nanti akan diusung oleh PDIP adalah yang berpihak pada rakyat, komitmen terhadap NKRI, dan visioner.

“PDIP adalah partai wong cilik dan marhein keberpihakan kita jelas kepada rakyat, komitmen terhadap demokrasi dan NKRI ditujukan dengan melawan politik identitas, dan visioner dalam menghadapi perkembangan zaman terutama era digitalisasi 4.0,” tegasnya.

PDIP Tangsel sendiri akan mengelar penjaringan internal untuk Pilwalkot 2020 diakhir tahun 2019, survei menjadi tolak ukur awal dalam melihat kans kandidat ditambah dengan internalisasi nilai-nilai partai yang harus diperjuangkan.(TRA/AB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *