Wapres Ma’ruf Bolehkan Imunisasi Non Halal

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperbolehkan penggunaan imunisasi yang belum mendapatkan sertifikasi halal kepada masyarakat. Imunisasi non halal ini dibolehkan jika dalam keadaan darurat dan berpotensi bahaya jika tidak digunakan.

“Karena darurat, dibolehkan menggunakan bahan yang tidak halal kalau itu membahayakan banyak orang, sebelum ditemukan bahan yang halalnya atau vaksin yang halal,” kata Wapres Ma’ruf saat beruadiensi dengan Da’i Kesehatan di Bazaar Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti yang dilansir Antara, Kamis (20/2/2020).

Bacaan Lainnya

Ma’ruf menambahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah membolehkan pemberian imunisasi dan vaksin yang belum berstandar halal, jika dampaknya berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Dalam MUI itu, kalau ada barang yang tidak halal, itu memang tidak boleh. Tetapi, kalau bahayanya besar, maka MUI membolehkan karena darurat,” ujarnya.

Ma’ruf mengingatkan para da’i kesehatan di NTB untuk meyakinkan masyarakat agar mau diimunisasi. Masyarakat harus diberi pemahaman mengenai dampak kesehatan apabila anak-anak tidak diimunisasi.

Hal itu bertujuan agar masyarakat semakin sadar pentingnya imunisasi pada anak. Sehingga jumlah anak yang mendapatkan imunisasi semakin meningkat.

“Kemarin kan ada rubella, pernah juga dulu polio. Jadi itu harus bisa menjelaskan apa akibat daripada anak kalau tidak diimunisasi. Bahkan polio itu kalau tidak diimunisasi, itu akan menyebar kepada yang lain,” tuturnya.

Dalam Rakornas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Rabu (12/2020) lalu, Wapres menyebutkan jumlah anak yang sama sekali tidak diimunisasi meningkat dari 8,7 persen pada 2013 menjadi 9,2 persen pada 2018. Jumlah anak usia 12-23 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap turun dari 59,2 persen pada 2013 menjadi 57,9 persen pada 2018.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *