Warga Cibadak Buru Pocong Gentayangan

  • Whatsapp
Warga memburu pocong

INDOPOLITIKA – Isu pocong berkeliaran di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus meluas. Warga pun semakin resah. Agar isu tersebut tak berkembang liar, pihak Kecamatan Cibadak bersama warga memburu sosok pocong yang konon kerap hadir bersama lolongan anjing.

“Ya tujuan kita kan malam ini langsung turun membuktikan keberadaan pocong tersebut walau baru pukul 22.15 WIB tanpa ada maksud ujub ya memang tidak ada apa-apa,” kata Camat Cibadak Lesto Rosadi, Kamis (22/8) malam.

Baca Juga:

Lesto menganggap isu pocong memang sengaja dihembuskan agar aktivitas warga melakukan ronda malam kembali aktif. “Kalau isu itu sengaja disebar agar warga ronda malam, ya bagus. Tapi tetap tidak baik karena ujungnya membuat resah. Kita buktikan malam ini ternyata kan tidak benar,” tuturnya.

Ia bersama sejumlah warga sengaja menelusuri gang-gang dan jalanan kampung yang konon kerap muncul penampakan pocong. Selama dua jam berkeliling, mereka tak menemukan sosok gaib tersebut. “Yang kita khawatirkan ada yang berniat jahat kemudian pakai uniform pocong. Makanya perlu ronda. Ronda tidak selalu menjaga orang jahat, tapi bisa juga bentuk pertolongan pertama ketika ada orang sakit atau ada orang melahirkan bisa cepat dibantu. Bukan hanya jaga lingkungan dari kejahatan,” jelasnya.

Sejumlah warga antusias berburu pocong. Bahkan ada yang membawa senapan angin. “Kita keliling-keliling enggak ada. Saya bawa senapan angin buat keamanan. Kalau memang ada itu pocong, saya tembak. Kalau keluar darah, berarti itu pocong-pocongan. Ternyata saya keliling tadi enggak ada itu pocongnya, hanya isu-isu saja,” kata Daday Sudarna (60), salah seorang warga.

Isu kemunculan pocong bikin resah warga Kampung Delima dan Kampung Bojongtalang, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Padahal belum ada satupun warga yang melihat langsung penampakan pocong. “Isu ini sudah berjalan selama dua minggu, sejak itu jalanan kampung jadi sepi. Menurut informasi yang beredar, pocong itu katanya posisinya ada di bawah pohon jambu dan pohon kersen,” kata Ama Tuhadma (34), warga Kampung Delima.

Pohon jambu yang ditunjukkan Ama cukup rindang. Posisi pohon berada dekat dengan perkampungan, sekitarannya jalanan kampung yang membentang dengan pemandangan kebun dan tanah tandus.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *