Warga Geruduk Yayasan yang Pimpinannya Mengaku Rasul di Bandung, 8 Orang Diamankan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sebuah yayasan di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung yang diduga mengajarkan aliran sesat digeruduk warga pada Kamis (24/6/2021) dini hari.

Salah seorang pimpinan yayasan Rosyid bersama 7 orang lainnya diamankan ke Polrestabes Bandung untuk menghindari amukan massa.

Berita Lainnya

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan mereka diamankan setelah adanya sejumlah warga yang mendatangi lokasi pendidikan itu.

“Kita mengamankan delapan orang pengurus yayasan tersebut dalam arti kita untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi friksi atau gesekan antara warga dengan pengurus yayasan atau jemaah yayasan Baiti Jannati ini,” kata Adanan di Polrestabes Bandung, Kamis.

Adanan mengatakan para warga mendatangi lokasi itu karena warga menduga yayasan tersebut mengajarkan aliran agama yang tak sesuai dan menuntut untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di lingkungan itu.

Setelah adanya laporan itu, menurutnya tim dari Polsek Buahbatu, Dalmas, dan Sabhara mendatangi lokasi guna mengantisipasi adanya perselisihan antara warga dan kelompok tersebut.

“Memang sudah banyak, namun bisa kita redam emosi warga untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan atau perbuatan melawan hukum,” kata dia.

Menurut Adanan, kedelapan orang itu berperan sebagai ketua, wakil ketua, hingga staf-staf lainnya yang tergabung dalam organisasi itu. Kini, kata Adanan, mereka tengah diperiksa di Kantor Satreskrim.

“Kalau memang ini nanti memenuhi unsur pidana penistaan terhadap agama tentu saja kita akan berproses,” ucap Adanan menegaskan.

Dalam proses penegakan hukum, menurut Adanan, Satreskrim bekerja sama dengan MUI Jawa Barat, dan aparatur kewilayahan setempat.

Adanan mengatakan aktivitas kelompok tersebut berpotensi melanggar Pasal 165 A KUHP tentang penodaan agama. Namun, menurutnya tim penyidik masih memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita profesional tidak akan mendiskreditkan suatu kelompok atau golongan masyarakat tertentu, akan kita proses sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Buahbatu Edi Juhendi mengaku tidak memiliki kompetensi untuk menyatakan yayasan tersebut mengajarkan aliran sesat. Namun, berdasarkan laporan dari mantan anggota yang pernah belajar di yayasan tersebut, pimpinan yayasan mengklaim adalah rasul.

“Ada beberapa laporan mantan anggota, tidak sesuai ajaran agama Islam malah ngangken (mengaku) rosul, anjeuna rosul,” katanya.

Dia mengatakan, beberapa orang yang melaporkan ke Polrestabes Bandung mengaku memiliki bukti. Salah satunya adalah cuplikan video tentang pengakuan dirinya rasul. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *