Internasional

Warga Idlib Terus Protes Rencana Serangan Pasukan Suriah

Unjuk rasa menentang rencana serangan pemerintah digelar di provinsi Idlib, Suriah. (Foto: AFP/Omar Haj Kadour)

Idlib: Perbedaan pendapat antara Turki dan Rusia membuat rencana serangan besar-besaran oleh pasukan Suriah ke provinsi Idlib tertunda. Di saat yang sama, masyarakat Idlib terus memprotes rencana serangan tersebut.

Kedua negara berada di sisi berlawanan dari rencana serangan ke Idlib, tetapi merupakan pemain utama dalam konflik Suriah.

Presiden Turki telah bertemu Presiden Rusia serta Iran di Teheran pekan lalu. Mereka membahas seluk beluk rencana serangan ke Idlib, provinsi terakhir yang masih dikuasai pemberontak dan grup ekstremis di Suriah.

Sementara itu seruan utama yang dilontarkan dalam unjuk rasa di Idlib adalah, bahwa serangan besar-besaran hampir dipatikan memicu "krisis kemanusiaan terburuk sepanjang abad ini."

Sejumlah grup relawan juga ikut berunjuk rasa di Idlib. Mereka khawatir tidak dapat membantu semua warga Suriah jika terjadi krisis pengungsian masif akibat serangan di Idlib.

"Jika (serangan) ini terjadi, kemungkinan besar ada gelombang pengungsi, antara 700 ribu hingga 1 juta," ujar Yusuf Tunc, manajer proyek organisasi IHH Humanitarian Relief Foundation, seperti dikutip dari kantor berita Sky News, Sabtu 15 September 2018.

"Untuk beberapa hari terakhir, kami dapat mengatakan bahwa gelombang pengungsian sudah terjadi. Sejumlah orang — berjumlah sekitar 10 ribu — berada dalam situasi sulit dan sudah mulai bergerak ke perbatasan," lanjut dia.

Unjuk rasa di Idlib diyakini akan terus berlangsung dari hari ke hari. Masyarakat Idlib berharap komunitas global dapat melihat situasi saat ini, sehingga akhirnya serangan besar-besaran tidak terjadi.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close