Warga Kampung Pulo Ungkap Pemprov DKI Tak Lagi Urusi Mereka Saat Banjir

  • Whatsapp
Petugas Pemantau Pompa Air di Kampung Pulo menunjukan mesin pompa air di wilayah itu.

INDOPOLITIKA.COM – Warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengeluhkan minimnya perhatian Pemprov DKI terhadap ratusan warga korban banjir di wilayah itu. Saat banjir datang belakangan ini, Pemerintah DKI sama sekali tak menurunkan bantuan teknis maupun sembako. Warga bekerja sendiri, bahu membahu menyelematkan isi rumah mereka.

Hal itu diungkapkan Heri, 47, kepada Indopolitika.com Kamis (27/2). Dia menduga Pemprov DKI sudah yakin Kampung Pulo bebas banjir. Sebab, wilayah itu sudah terlindungi tanggul setinggi lebih dari dua meter. Padahal, kata dia, sejak awal tahun, pemukiman Kampung Pulo berulangkali terendam banjir.

Bacaan Lainnya

“Dikira udah di turap (di tanggul) udah aman?. Nggak. Sekarang Kali Ciliwung udah dangkal lagi. Airnya pernah meluap lewatin turap (tanggul),” kata warga RT 01 RW 03 Kampung Pulo itu Kamis (27/2).

Dia memastikan bahwa Kampung Pulo hingga kini belum bebas banjir. Meskipun tanggul sudah membentang ke arah selatan sepanjang 1 kilometer. Apesnya, saat banjir datang, tidak ada petugas yang datang membantu. Dulu, kenang Heri, saat wilayah itu belum ditanggul, bala bantuan dengan cepat tiba di wilayah itu. Mereka mendirikan tenda. Mengevakuasi warga. Mendirikan dapur umum. Memberi layanan kesehatan. Tapi kini, sejak pemerintahan DKI dipimpin Anies Baswedan, semua pelayanan itu tidak lagi mereka rasakan.

“Waktu terendam banjir belakangan ini, sudah nggak ada sembako dari pemprov. Warga akhirnya saling bantu sendiri. Anak-anak muda yang bisa berenang bantu evakuasi warga. Prasangka mereka (Pemprov DKI) itu Kampung Pulo udah aman. Udah nggak banjir. Padahal mah melimpas airnya ke atas (lewati tanggul),” katanya.

Dia mengungkapkan, saat Kali Ciliwung meluap ke pemukiman warga dan air got dari Jalan Raya Jatinegara masuk ke pemukiman warga, Kampung Pulo berubah menjadi mirip akuarium raksasa.

“Kalau banjir begini, Kampung Pulo seolah-olah ganti jadi Kampung Akuarium,” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *