Warga Kerumuni Evakuasi Pemerkosa Anak Kandung di Pondok Aren, Pelaku Ditahan dan Terancam 15 Tahun Penjara

Pemerkosa anak kandung di Bintaro saat dievakuasi ke kantor polisi.

INDOPOLITIKA.COM – Proses evakuasi seorang ayah bernama Maison N, (53), terduga pelaku pemerkosaan anak kandung di Pondok Aren Tangsel, berlangsung dramatis.  

Sebelum digiring ke Mapolres Tangsel, polisi disaksikan tokoh masyarakat sebelumnya sempat mengkonfrontir Maison dengan istrinya beserta korban. Pria yang sudah lanjut usia itu tak berkutik dan mengakui perbuatan bejatnya memperkosa anak kandungnya.  

Saat akan digiring ke kantor polisi, sejumlah warga sekitar sudah berkerumun sehingga polisi harus menjaga Maison agar tidak dihakimi massa. Evakuasi pelaku berlangsung dramatis.  

“Bang jangan ditutupin mukanya bang. Kesel saya, anak sendiri kok digituin,” kata seorang seorang wanita kepada seorang pria. 

Maison dengan tangan terborgol terus menunduk. Sementara seorang petugas Unit Reskrim Pondok Aren yang berpakaian bebas merangkul pelaku dan minta warga segera menjauh. 

Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) telah menahan Maison dan menetapkanya sebagai tersangka.  

“Sudah ditetapkan tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, Ajun Komisaris Alino Cahyadi, Kamis (30/11/2023). 

Ia jelaskan, tersangka dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 17 tTahun 2016 tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang. 

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” jelas Alino.  

Sebelumnya, S, 39 tahun, ibu korban mengungkapkan prilaku biadab tersebut terbongkar dari penuturan guru bimbingan konseling (BK) sekolah korban. Perbuatan keji Maison sudah dilakukan terhadap anak kandungnya sejak korban masih duduk di bangku SD. 

“Kelas IV dipegang-pegang. Pas kelas IX diperkosa,” ungkapnya ditemui wartawan di kediamannya, Rabu (29/11/2023). 

Dijelaskan S, korban hanya berani cerita kepada guru BK sekolahnya. Ia langsung syok setelah mendengar keterangan memilukan. 

Ibu korban memastikan selama ini tidak mengetahui perubahan fisik anaknya. “Mungkin karena baru 4 bulan enggak ketahuan. Perutnya selalu ditutupin pake jaket,” jelasnya. [Red] 

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *