INDOPOLITIKA – Jebolnya tanggul Kali Citarum di empat titik beberapa waktu lalu membuat warga Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, meningkatkan kewaspadaan mereka.

Saat ini, kondisi banjir di permukiman warga dilaporkan telah surut. Namun, warga Muara Gembong tetap waspada mengingat potensi hujan dan pasang air laut yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Warga yang merasakan langsung dari dampak jebolnya tanggul Kali Citarum tersebut yakni warga Desa Pantaibakti dan Desa Pantaibahagia.

Menurut kesaksian warga Kampung Kedung Sinde, Desa Pantaibakti, Idris (55), saat limpasan air Kali Citarum meningkat, warga langsung bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, terutama jika tanggul jebol pada malam hari.

“Warga sudah siap-siap. Yang di tambak jaga tanggul, yang di rumah beresin barang-barang, pakaian dipindahin ke tempat yang lebih tinggi. Kita khawatir kalau jebolnya malam, banyak anak-anak lagi tidur,” ujar Idris dikutip dari beritasatu, Senin (1/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga sempat panik. Kekhawatiran terbesar warga adalah debit air yang tinggi ditambah cuaca yang belum menentu serta potensi rob di wilayah pesisir.

“Kita sempat panik Sabtu malam itu. Takutnya air naik lagi dan tanggul benar-benar jebol. Makanya warga siaga, enggak bisa tidur nyenyak,” katanya.

Idris menjelaskan, bagian tanggul yang rusak mengalami amblas sepanjang sekitar 45 meter. Meski belum jebol total, kondisi tersebut dinilai sangat rawan jika kembali diterjang arus air yang besar.

“Kalau dibilang jebol, belum tetapi amblas. Kalau air besar lagi, kami khawatir enggak kuat nahan,” ucapnya.

Saat ini, warga tetap menjaga kesiapsiagaan meski kondisi air Kali Citarum mulai surut. Warga mengaku telah lama hidup dalam kecemasan karena kondisi tanggul yang belum dibangun secara permanen.

“Kalau rasa cemas itu sudah lama. Setiap hujan besar pasti siap-siap, siap mengungsi, siap selamatkan barang,” jelas Idris.

Sebagai bentuk antisipasi, warga bersama-sama melakukan perbaikan sementara menggunakan turap dengan material dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk melakukan penanganan jangka panjang.

“Ini sementara aja. Harapan kami tanggul dibangun permanen, supaya warga enggak terus siaga dan takut setiap air naik,” pungkasnya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com