Warga Palestina Bersumpah Lawan Pasukan Israel jika Berani Injakan Kaki ke Kamp Jenin

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto: Dok/ Alaa Badarneh / EPA

INDOPOLITIKA.COM – Anggota kelompok Jihad Islam Palestina mengatakan mereka akan melawan pasukan Israel, jika mereka memasuki kamp pengungsi Jenin untuk mencari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara keamanan tinggi Israel sebelumnya.

Pada Rabu, (8/9/2021) pagi, tentara Israel dengan anjing pelacak menjelajahi celah tembok pemisah Israel di dekat kota Palestina Yaabad dekat Jenin, sementara pesawat pengintai terbang di atasnya.

Berita Lainnya

Namun tidak diketahui di mana enam warga Palestina itu bersembunyi. Tetapi mereka diyakini telah menuju Jenin, tempat keluarga mereka tinggal. Otoritas Palestina diketahui tidak bisa leluasa masuk ke wilayah itu.

Ratusan pasukan keamanan Israel dan agen intelijen pada hari Rabu melanjutkan pencarian enam tahanan Palestina yang keluar dari penjara Gilboa pada hari Senin.

Sementara itu, puluhan pos pemeriksaan didirikan antara Tepi Barat dan Israel, karena pihak berwenang Israel khawatir warga Palestina bersenjata akan menyerang pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki atau di dalam Israel.

Tunggu Serangan Israel

Sementara itu, Jamal Zubeidi, 65, paman dari salah satu tahanan, mengatakan keluarga mengharapkan tentara Israel untuk menyerang kamp setiap saat.

“Kami tidak tahu kapan mereka akan datang, tetapi kami mengharapkan mereka kapan saja dan kami siap,” kata Zubeidi kepada Al Jazeera. “Keluarga kami telah menderita akibat pendudukan Israel selama bertahun-tahun.”

Para pelarian itu termasuk Zakariya Zubeidi, 46, mantan pemimpin partai Fatah di kota Jenin, Tepi Barat utara, serta lima anggota Jihad Islam Palestina.

Jihad Islam juga memperingatkan Israel agar tidak menyakiti enam orang tersebut.

‘Tidak takut’

Terlepas dari suasana tegang di kamp pengungsi Jenin, banyak pemuda yang bersorak untuk lolosnya enam tahanan, serta kemungkinan melawan pasukan Israel jika mereka memasuki kamp.

“Teman-teman tidak takut. Mereka memperjuangkan hak-hak mereka,” kata Noor Saadi, 27, yang sebelumnya menghabiskan dua tahun di penjara Israel, mengatakan kepada Al Jazeera.

Israel mengatakan menangkap enam orang itu adalah masalah yang mendesak, tidak hanya untuk mencegah potensi serangan, tetapi juga karena pelarian mereka membuat orang-orang bersenjata dari berbagai faksi berani menghadapi militer Israel.

Sejak melarikan diri, tentara Israel telah menggerebek beberapa desa di dekat Jenin, menyita film dari kamera pengintai dan memeriksa identitas penumpang mobil. Tentara Israel juga telah meningkatkan kehadiran mereka di tempat-tempat umum di Israel. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *