Warisi Semangat Rohana Kudus, Lisda Hendrajoni Siap Perjuangkan UU PKS

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dalam dunia perpolitikan, nama Lisda Hendrajoni tergolong baru. Pemilu legislatif 2019 merupakan kali pertama ia ikut kontestasi. Hebatnya lagi,  ia langsung memperoleh sebanyak 37.326 suara untuk Partai Nasdem di Dapil Sumatera Barat. Ia pun berada di posisi ke enam setelah Andre Rosiade (Gerindra), Athari Ghauti, Mhd. Asli Chaidir (PAN), Dasrizal Basyir (Demokrat), dan Hermanto (PKS).

Meski tergolong ‘anak bawang’ dalam kontestasi demokrasi. Namun di Sumbar, khususnya Pesisir Selatan (Passel) namanya harum  dengan se gudang prestasi. Kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama.

Baca Juga:

Ketua PKK Kabupaten Passel tersebut mengungguli nama-nama besar di Partai Nasdem seperti Endre Sjaifoel (petahana DPR RI), Syamsu Rahim (Mantan Bupati Solok), Fauzi Bahar (Mantan Wako Padang), Suriati Muzni Zakaria (istri Bupati Solsel).

Kegiatan sosial, pengembangan kapasitas perempuan Passel dalam bidang sosial maupun ekonomi menjadi keseharian perempuan kelahiran Kotabumi 47 tahun lalu. Terbukti beragam penghargaan seperti Manusia Bintang dari Rakyat Merdeka Online (2017), Bunda Gender (2017), Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Kementrian Sosial (2019), dan Wanita Inspiratif (2019) diraihnya.

Segudang pengalaman dalam aktivisme sosial selama di Sumbar dijadikan landasan perjuangan Lisda Hendrajoni di parlemen. Alasan tersebut ia memilih untuk berada di komisi 8 yang membidani Agama, Sosial. Perempuan dan Anak, Haji, dan Bencana.

“Alhamdulillah saya ditempatkan di komisi yang sejak awal diajukan ke Partai, Insya Allah aspirasi-aspirasi masyarakat Sumatera Barat, terkhusus dapil saya dalam disalurkan. Utamanya berkaitan dengan Pemberdayaan perempuan dan anak,” ujarnya pada wartawan Indopolitika.com pada Kamis (31/10/2019).

Agenda terdekat yang ingin diperjuangkan Lisda Hendrajoni adalah pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Bahkan sebelum resmi di komisi 8, ia sudah menyuarakan hal tersebut setelah dilantik.

“UU PKS itu sangat penting bagi perlindungan perempuan tak hanya di Sumbar, namun seluruh wilayah Indonesia. Setiap hari terjadi kekerasan pada perempuan baik fisik maupun psikis, maka dari itu agenda perjuangan pertama saya adalah memastikan bahwa RUU PKS dapat segera disahkan karena itu adalah suara dari perempuan-perempuan Indonesia,” ucapnya.

Selama lima tahun ke depan, Lisda mengaku akan fokus pada isu perempuan dan anak. Lulusan Universitas Trisakti tersebut menambahkan kehadiran perempuan dalam pengambilan keputusan haruslah memastikan aspirasi perempuan, jika tidak afirmatif action bagi perempuan di parlemen tidak ada artinya.

Semangat membara Lisda Hendrajoni dalam memperjuangkan suara para perempuan di parlemen, mengingatkan pada sosok perjuang perempuan dari tanah Minangkabau, Rohana Kudus yang menjadi garda terdepan dalam pengembangan perempuan Minangkabau, bedanya Rohana Kudus lewat dunia jurnalis, Lisda Hendrajoni lewat jalur parlemen.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *