Waspada Bencana, BPBD: Ratusan Kecamatan di Banten Rawan Banjir

  • Whatsapp
Salah satu situasi banjir di Kampung Lewibanteng RT 13 RW 05 Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Selasa (14/9/2021). (Foto: Dok. BPBD Kabupaten Serang)

INDOPOLITIKA.COM – Sebanyak 125 kecamatan di wilayah Provinsi Banten dinyatakan rawan banjir tahunan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyatakan penyebabnya alih fungsi lahan dan penebangan hutan di hulu sungai.

Sebagian besar titik rawan banjir tersebut terdapat di tiga kabupaten yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang.

Berita Lainnya

Untuk Kabupaten Tangerang sebanyak 22 kecamatan yang rawan banjir, Kabupaten Serang 19 kecamatan, Pandeglang 20 kecamatan, dan Lebak 28 kecamatan.

Sedangkan untuk Kota Tangerang sebanyak 13 kecamatan yang rawan banjir, Kota Cilegon sebanyak 7 kecamatan, Kota Serang 3 kecamatan, dan Kota Tangerang Selatan 13 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan data titik rawan banjir tersebut bersumber dari data kerawanan bencana 2015-2020 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Seluruh kabupaten/kota di Banten mempunyai potensi banjir. Hanya saja, yang membedakan penyebab dan dampaknya di samping intensitas hujan yang tinggi. Kalau di Lebak bisa banjir bandang dan longsor, kalau terjadi hujan di Bogor. Kalau banjir di Sungai Ciberang, setelah surut selesai (banjir). Di Tangerang banjir akibat intensitas (hujan) tinggi bisa satu minggu. Penyebabnya lagi-lagi drainase perkotaan,” ujar Nana Suryana, Rabu (15/9/2021).

Lebih lanjut, Nana menilai, penanganan banjir bukan hanya di hilir saja, tetapi juga di hulu.

“Kalau dari hilir kita evakuasi, kasih bantuan, buat dapur umum itu saja. Tapi kalau dari hulu, drainasenya dibenerin, sedimentasinya dikeruk, lalu stop pembalakan liar. Jadi kalau ada hujan datang nggak akan banjir,” terangnya.

Nana mengimbau kepada seluruh warga di daerah rawan banjir dan longsor selalu waspada selama musim hujan. Ketika hujan turun dengan deras dalam waktu yang lama, potensi banjir akan semakin besar dan tanah longsor bisa saja terjadi. [rif]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *