Waspada, Sebanyak 321 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Lingkungan Sekolah

  • Whatsapp
Komisioner KPAI Margaret Aliyatul Maimunah

INDOPOLITIKA.COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus kekerasan anak di sekolah pada tahun 2019 sebanyak 321 kasus. Komisioner KPAI Margaret Aliyatul Maimunah mengatakan, kasus itu berupa kekerasan fisik, seksual maupun bullying.

“Untuk kasus-kasus kekerasan seksual, saya perlu mengingatkan masyarakat bahwa korban tidak hanya anak perempuan. Kalau dulu kita berpikir anak perempuan harus kita protek, tapi ternyata hari ini tidak seperti itu. Kondisinya, karena hari ini anak laki-laki pun juga banyak yang menjadi korban kekerasan seksual oleh para pedofil,” ujar Margaret di Bareksrim, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

Bacaan Lainnya

Mirisnya, kasus kekerasan seksual itu pelakunya berasal dari internal sekolah itu sendiri. “Ada guru, kepala sekolah, petugas atau penjaga sekolah,” lanjut Margaret.

Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak KPAI memandang tak cukup hanya melakukan evaluasi dari pihak sekolah. Perlu kerjasama dengan berbagai lembaga khusunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan juga masyarakat.

KPAI, kata Margaret, merekomendasi beberapa hal di antaranya, pemerintah perlu mengadakan pelatihan-pelatihan (assesment) guru dan membuat semacam program ramah sekolah untuk mengatasi atau bahkan mencegah sebelum kekerasan itu terjadi.

“Maka perlu ada pengetatan kaitannya dengan tenaga yang dihanddle untuk bertugas di sekolah (Guru), terutama apakah punya riwayat memiliki perilaku sosial menyimpang dan lain sebagainya, itu bia dilakukan melalui assessment,” tukasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *