Internasional

WHO Peringatkan Wabah Ebola di Kongo

Petugas kesehatan membawa korban akibat wabah Ebola di Kongo, pada 22 Agustus 2018. (Foto: AFP).

Jenewa: Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo bisa menjadi lebih buruk karena 'badai dahsyat' memungkinkan penyebaran penyakit ini. Hal ini diperingatkan oleh pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
Kepala WHO mengatakan sengketa kekerasan yang terus berlangsung antara kelompok-kelompok bersenjata, resistensi masyarakat terhadap saran pejabat kesehatan masyarakat, dan penyebaran penyakit di wilayah yang lebih luas membuat krisis Ebola semakin buruk. Taklimatnya keluar pada sebuah pengarahan media mengenai penyakit di Kongo di markas WHO di Jenewa, Swiss.
 
"Kami sekarang sangat prihatin bahwa beberapa faktor mungkin datang bersama-sama selama beberapa pekan dan bulan-bulan berikutnya untuk menciptakan serangan yang sempurna," kata Deputi Direktur Jenderal WHO untuk Tanggap Darurat Dr. Peter Salama.
 
"Konflik aktif yang membatasi kemampuan kami untuk mengakses warga sipil, ketidakpercayaan oleh segmen masyarakat yang telah mengalami trauma akibat konflik, dan pembunuhan selama puluhan tahun, didorong oleh ketakutan akan penyakit yang menakutkan. Tetapi juga dieksploitasi dan dimanipulasi oleh politisi lokal sebelum pemilihan umum telah dikombinasikan untuk memperburuk masalah," tambahnya, seperti disitir dari UPI, Rabu 26 September 2018.
 
Ebola menyebar melalui darah yang terinfeksi dan cairan tubuh dengan gejala termasuk pendarahan atau memar yang tidak jelas, muntah, nyeri otot, dan sakit kepala berat, menurut CDC.
 
Salama berkata bahwa lebih dari 100 orang meninggal akibat wabah Ebola, yang dimulai di provinsi Kivu Utara dengan beberapa kasus dilaporkan muncul di provinsi Ituri.
 
Peringatan WHO menyusul Dr. Inger Damon dari Centers for Disease Control and Prevention, yang mengatakan kepada Daily Express bulan lalu: "Pendidikan adalah kunci — ini adalah sesuatu yang kita temukan dengan setiap wabah."
 
"Keterlibatan yang baik dengan masyarakat sangat penting," Damon menambahkan. "Jika mereka tidak memiliki jenis informasi yang tepat, mereka cenderung sangat reaktif."

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close