William ‘Aibon’ Sarana: Anies Baswedan Gubernur Amatiran Yang Alergi Terhadap Transparansi

  • Whatsapp
Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana.

INDOPOLITIKA.COM- Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana yang membongkar dugaan anggaran janggal dalam draft Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) terkait pengadaan lem aibon menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai gubernur amatiran yang alergi terhadap transparansi.

“Ada dua poin yang ingin saya sampaikan kepada Pak Gubernur Anies Baswedan. Pertama Pak Gubernur Anies Baswedan ini gubernur yang amatiran. Yang kedua Pak Gubernur Anies Baswedan ini gubernur yang alergi dengan transparansi,” ujar William saat menjadi pembicara di sebuah acara talk show sebuah stasiun televisi tadi malam.

Baca Juga:

Lebih lanjut William menjelaskan, mengapa dia menyebut Anies sebagai gubernur amatiran yang tidak memahami proses penganggaran dengan baik. Dia mengatakan, pada Juli 2019 DPRD diberikan draft KUA-PPAS yang didalamnya tertera anggarannya sebanyak Rp 95 triliun.

Lalu tiba-tiba pada hari H pembahasan di Badan Anggaran terjadi penurunan sebanyak Rp 6 triliun menjadi Rp 89 triliun.

“Jadi Pak Anies ini memberikan barang mentah kepada kita. Jadi yang seharusnya sudah bersih di eksekutif, ternyata belum bersih. Akhirnya DPRD harus bersih-bersih lagi. Itu pun tidak ada postur pembelanjaannya, yang ada hanya postur pendapatannya saja,” imbuh  anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia DPRD DKI Jakarta ini.

Yang kedua ia menilai Gubernur Anies alergi terhadap transparansi, sebab yang seharusnya KUA-PPAS sudah diupload ke website ternyata belum juga. William tidak menyalahkan pegawai pemprov dalam hal ini. Ia justru menilai pegawai pemprov sudah memiliki niat untuk transparansi.

“Dalam hal ini Pak Gubernurnya saja yang tidak (memiliki keinginan transparansi). Untuk itu saya mau mengultimatum agar Pak Gubernur paling telat pada 11 November segera meng-upload dokumen APBD DKI Jakarta ke website. Jika tidak kami dari fraksi PSI akan terus menekan pemprov, karena ini adalah uang rakyat.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *