William PSI: Jadilah Pemberani, Matilah dengan Kehormatan

  • Whatsapp
William PSI

INDOPOLITIKA.COM – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI William Aditya Sarana mengaku tak gentar sama sekali, meski dirinya dinyatakan melanggar kode etik oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD usai dirinya membuka usulan anggaran lem Aica Aibon Rp 82 miliar ke media sosial.

Justru, William akan menganggap semua itu resiko dirinya. “Saya akan tetap dalam posisi mendesak Gubernur @aniesbaswedan untuk membuka rancangan anggaran ke publik. Itu sudah menjadi sikap saya dan PSI apapun yang terjadi,” tulis William di akun twitternya.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, antara berani dan takut punya tujuan sama yaitu kematian. “Keberanian datang diatas kesadaran bahwa menjadi takut atau berani memiliki ujung yang sama yakni kematian. Pilihlah berani. Matilah dengan kehormatan,” bebernya seraya menambahkan hastag #MementoMori #ViverePericoloso

Sementara Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memastikan William akan tetap kritis terhadap Gubernur Anies Baswedan serta jajarannya.

Keputusan Badan Kehormatan DPRD memvonis William Aditya Sarana melanggar tata tertib tidak akan mengubah sikap PSI. “Kami tidak akan berhenti mendesak Gubernur Anies untuk membuka anggaran. Itu uang rakyat,” ujar Grace.

Seperti diberitakan, BK DPRD DKIRekomendasi putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta menyatakan William bersalah karena mengunggah usulan anggaran pengadaan lem Aica Aibon sebesar Rp 82 miliar. BK merekomendasikan William diberi sanksi berupa teguran lisan.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *