William PSI: Penyakit Anggaran Jakarta, Banyak Digunakan Untuk Acara Seremonial Tak Jelas  

  • Whatsapp
William Aditya Sarana. Foto: dok William.

INDOPOLITIKA.COM – Politisi PSI yang kini duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana kembali melontarkan kritikan keras terkait penggunaan anggaran di provinsi tersebut. Menurutnya, Jakarta seoalah mengidap “penyakit” soal anggaran.

“Penyakit anggaran Jakarta adalah pengeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Pada saat buat anggaran, pemasukan sengaja dibuat gede untuk akomodir pengeluaran yang tidak urgent,” kata William melalui akun twitternya, Sabtu (28/12/2019) dikutip indopolitika.com.

Berita Lainnya

Politisi yang viral saat membongkar anggaran lem aibon ini lantas mencontohkan. Dimasa Gubernur Anies Baswedan seperti sekarang ini, terlalu banyak anggaran yang dikeluarkan hanya untuk kegiatan seremonial. “Tapi outputnya tidak jelas,” bebernya.

Menurut dia, PSI sudah berulang kali meminta kepada BPKAD untuk menyerahkan simulasi pajaknya seperti apa. “Karena ini pendapatan terlalu besar tidak realistis, untuk mengakomodir pembelanjaan yang begitu banyak ya, jadinya ketika sudah akhir tahun, karena pembelanjaan yang terlalu besar ya harus direm,” bebernya.

Namun yang mesti diperhatikan, lanjut dia, ketika ngerem anggaran tersebut, harus dilihat juga mana program strategis dan sebaliknya yang bisa dihentikan. Sehingga tidak merusak agenda yang sifatnya memang strategis untuk masyarakat.

“Nah, yang harus diperhatikan ketika direm ini, jangan sampai yang direm adalah program-program yang bersentuhan dengan masyarakat. Program yang sifatnya sangat strategis,” jelasnya.

“Yang sangat menyedihkan adalah ketika tidak direm adalah yang sifatnya tidak urgent. Kalau dilihat ya, pak gubernur (Anies) pada masa kepemimpinannya banyak sekali kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial,” tutupnya.[asa]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *