Internasional

Wisatawan Kembali Jadi Korban Pemerkosaan di India

Ilustrasi oleh Medcom

New Delhi: Tindakan kekerasan terhadap wisatawan asing di India kembali terjadi. Kali ini wisatawan asal Rusia dibius dan diperkosa.
 
Enam tersangka pemerkosaan ditangkap pada Kamis 19 Juli di selatan kota yang populer untuk wisatawan di Chennai, Tiruvannamalai, Tamil Nadu.
 
Dikutip dari AFP, media melaporkan bahwa terdapat bekas gigitan diwajah dan tangan perempuan berusia 21 tahun itu. Dia pun ditemukan tanpa busana dan tidak sadar di lantai hostelnya pada Senin 16 Juli pagi waktu setempat.
 
"Enam pria telah ditahan atas pemerkosaan dan pemberian obat bius terhadap wanita tersebut," ucap pihak berwenang, Mangayar Karasi kepada AFP, Jumat 20 Juli 2018.
 
"Dua orang dari tersangka yang ditahan termasuk manager hostel dan pemandu wisatanya, yang memberi tahu polisi bahwa mereka menemukan gadis itu beberapa jam setelah mereka melakukan hubungan konsensual," ujar seorang penyidik lain.
 
Dia mengatakan bahwa gadis itu sedang dirawat di rumah sakit karena overdosis dan luka ringan dengan upaya dilakukan untuk merekam pernyataannya. Laporan medis mengkonfirmasi bahwa itu adalah kasus pemerkosaan.
 
Baik wisatawan lokal maupun asing beramai-ramai mengunjungi Tiruvannamalai untuk melihat candi Annamalaiyar yang berumur 9 abad. Ini adalah salah satu candi Hindu terbesar dengan ukuran kompleks mencapai 10 hektar.
 
Kekerasan seksual di India sudah menjadi hal yang umum, 110 kasus pemerkosaan dilaporkan setiap harinya. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, wisatawan asing menjadi korban kekerasan seksual.
 
Bulan lalu, perempuan asal Jepang diperkosa oleh supir taksi di utara kota India, diikuti dengan kasus pemerkosaan terhadap turis asal Kanada oleh pemilik guest house-nya.
 
Menteri dalam negeri India mengatakan pada hari Rabu bahwa 110.333 kasus pemerkosaan dilaporkan antara tahun 2014 dan 2016. Negara tersebut sudah mempunyai catatan mengerikan perihal kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan global sejak pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita di New Delhi pada tahun 2012 memicu amarah.
 
Insiden ini mengarah kepada hukuman yang lebih kejam dan reformasi dalam undang-undang pemerkosaan di negara tersebut, tetapi kasus kejahatan seksual terhadap wanita dan anak dibawah umur tetap merajalela. (Khalisha Firsada)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close