Internasional

WNI Kerap Diculik, Masyarakat Bulukumba Takut Berlayar

Rudi, perwakilan dari keluarga salah satu dari 3 WNI yang disandera Abu Sayyaf. (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Penculikan Subandi bin Sattu yang tengah berlayar di Perairan Taganak, Sabah, Malaysia pada 18 Januari 2017 lalu, menimbulkan trauma mendalam bagi warga Lihukaloe, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Warga jadi enggan melaut karena takut bernasib sama seperti Subandi.
 
Baca juga: Tangis Haru 3 WNI Korban Penyanderaan saat Bertemu Keluarga.
 
Subandi merupakan satu dari tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kala mengambil ikan di Perairan Sabah tersebut.
 
"Dengan ditangkapnya Subandi secara umum, masyarakat yang ada di Desa Lihukaloe tidak berniat lagi meninggalkan kampung untuk mencari nafkah dengan melakukan tangkapan ikan di sekitar Bulukumba," kata Rudi, perwakilan keluarga Subandi, dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 19 September 2018.
 
Rudi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam pembebasan Subandi. Rudi juga meminta maaf kepada pihak Kementerian Luar Negeri yang sudah direpotkan oleh dirinya, maupun keluarga korban lain.
 
"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya apabila kami sering emosi saat menanyakan keadaan keluarga kami yang disandera. Kami mohon maklum karena saat itu kami frustasi," imbuhnya.


Tiga WNI yang dibebaskan dari penyanderaan Abu Sayyaf berkumpul dengan keluarga. (Foto: Kemenlu RI).
 
Saat ini, Subandi masih berada di pusat penyembuhan trauma milik Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI. Ketiga WNI tersebut juga sudah diserahterimakan kepada keluarga masing-masing oleh Kemenlu, disaksikan Duta Besar RI untuk Filipina Sinyo Harry Sarundajang dan Bupati Selayar M. Basli Ali.
 
Baca juga: Kronologi Pembebasan Tiga WNI dari Abu Sayyaf.
 
Dengan dibebaskannya tiga WNI tersebut, seluruh WNI yang diculik oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan sebelum 2018 sudah berhasil dibebaskan.
 
Meski demikian, dua WNI lainnya baru saja diculik pada 11 September 2018 lalu. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengupayakan pembebasan WNI yang disandera dan pada saat yang sama akan memperkuat kerja sama dengan Malaysia dan Filipina guna mencegah jatuhnya korban baru.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close