INDOPOLITIKA – Sugianto adalah seorang nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, Indonesia, yang bekerja mencari nafkah di perairan Korea Selatan. Kehidupannya yang sederhana sebagai pekerja migran membuat namanya jarang dikenal publik, hingga sebuah aksi kemanusiaan membawanya mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.

Penghargaan itu diberikan dalam sebuah acara kenegaraan, di mana Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menganugerahkan medali dan penghargaan kepada 11 individu yang dianggap berjasa di bidang olahraga, budaya, pelayanan publik, dan kemanusiaan.

Peristiwa yang mengubah hidup Sugianto terjadi pada Maret 2025, ketika kebakaran hutan besar melanda Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara. Di tengah kepanikan dan cepatnya meluasnya api, Sugianto menyadari ada tujuh warga lanjut usia yang masih berada di dalam rumah mereka.

Tanpa memikirkan keselamatan diri sendiri, ia membangunkan para lansia, menggendong mereka yang tidak bisa berjalan, dan menuntun semuanya keluar menuju tempat aman.

Berkat keberaniannya, seluruh korban berhasil diselamatkan. Atas tindakan heroiknya, Sugianto menerima penghargaan dari Presiden, sebagai bentuk pengakuan tertinggi atas kontribusi kemanusiaannya.

Selain itu, pemerintah Korea Selatan mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang (F-2) sebagai apresiasi lanjutan bagi Sugianto.

Dalam acara yang sama, sejumlah tokoh nasional Korea Selatan juga menerima penghargaan. Legenda esports Lee Sang-hyeok atau “Faker”, juara dunia League of Legends, dianugerahi Medali Cheongnyong, penghargaan olahraga tertinggi yang sebelumnya juga diterima oleh Son Heung-min, Kim Yuna, dan Pak Se-ri.

Sutradara Shin Woo-seok dari Dolphiners Films menerima Medali Mongnyeon atas kontribusinya dalam produksi video promosi KTT APEC 2025. Dr. Lee Jong-min, Direktur Pusat Medis Universitas Wanita Ewha, dianugerahi medali kehormatan atas dedikasinya memberikan layanan medis gratis bagi perempuan migran selama empat dekade.

Penghargaan juga diberikan kepada Kim Ui-jung, pejabat Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya, atas perannya dalam memajukan pembicaraan dagang Korea–Amerika Serikat melalui inisiatif MASGA.(Hny)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com