#MahasiswaBergerak Masuk Worldwide Trends

  • Whatsapp
Aksi Demo Mahasiswa di gedung DPR/MPR, Kamis (19/9)

INDOPOLITIKA.COM- Aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai kampus di depan gedung DPR/MPR, Kamis (19/9) menjadi trending topik dunia. Tagar #MahasiswaBergerak hingga pukul 23.00 WIB sudah dicuitkan setidaknya 60.3 juta tweepers. Angka ini dipastikan akan terus mengingat setiap waktu.

Pengguna twitters umumnya menyertakan gambar dan video aksi demonstrasi mahasiswa di gedung wakil rakyat. “Waktunya menunjukan siapa sebenarnya agen perubahan itu,” tulis salah tweepers.

Baca Juga:

Aksi para mahasiswa membuahkan hasil. Sekjen DPR membuat kesepakatan dengan perwakilan mahasiswa dan menjamin tidak akan ada pengesahan RUU sampai 4 hari kedepan, baik itu RKUHP, RUU Pertanahan, maupun RUU Minerba.

Seperti diketahui, unjuk rasa digelar di depan gerbang gedung DPR/MPR di Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/9). Di antara mereka, ada yang membawa spanduk berukuran sekitar 3×3 meter bertulisan ‘Gedung Ini Disita Mahasiswa’.

 

Spanduk ini kemudian dipasang di pagar gedung DPR/MPR. Selain itu, ada spanduk bertulisan ‘Stop Intervensi KPK’. Massa juga membawa spanduk dan poster dalam aksi ini.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini di antaranya berasal dari ITB, Trisaksi, Unindra, Stiami, Universitas Paramadina, Universitas Tarumanegara, UPI, STMT Trisakti, dan UI.

“Jadi yang pertama kita sangat-sangat menyayangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini. Mulai dari korupsi sampai dengan demokrasi di Indonesia yang makin lama makin terancam. Karena dari revisi Undang-Undang KPK-nya saja itu tidak pro pada upaya pemberantasan korupsi yang justru malah disahkan,” kata Ketua BEM UI Manik Marganamahendra di lokasi.

“Kedua, adanya wacana untuk akhirnya mengesahkan RKUHP, padahal juga pasal-pasal di dalamnya juga masih ngawur, banyak yang masih bermasalah. Mulai dari permasalahan korupsi itu sendiri kemudian masalah demokrasi yang paling kita highlight. Dua hal tersebut akhirnya justru malah membuat mosi tidak percaya kita kepada negara,” sambung Manik, yang juga menjadi koordinator lapangan dalam aksi ini.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *