Wow, Gerindra Isyaratkan Nama Wagub Bisa Berubah

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sudah 15 bulan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta ‘berdebu’ sejak ditinggalkan oleh Sandiaga Salahudin Uno yang mengikuti kontes pemilu sebagai calon wakil presiden.

Bola panas Cawagub DKI kini berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang berjanji sebelum akhir tahun ini kursi kosong itu sudah terisi. 

Baca Juga:

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menyebut, partai arahan Prabowo Subianto ini masih memiliki peluang untuk mencalonkan nama kadernya mengisi posisi Wagub DKI. 

Meski begitu, Taufik menegaskan nama kader tersebut bukanlah Sandiaga Uno seperti yang diberitakan akhir-akhir ini. “Enggak (Sandi). Kalau itu saya sudah bilang enggak. Enggak ada,” kata Taufik di Jakarta, Kamis (24/10).

Taufik menjelaskan, bakal evaluasi lagi pencalonan Wagub DKI Jakarta yang saat ini tengah dibahas di DPRD. Sejauh ini hak kursi Cawagub DKI dipegang PKS selaku partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI 2017. 

Anggota fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif meminta DPRD DKI segera menyelesaikan proses pemilihan wagub. Syarif berharap DKI sudah punya wagub sebelum akhir tahun.

“Mengimbau supaya cepat, kita inginnya cepat. Sebelum akhir tahun dapat wakil gubernur,” kata  Syarif saat dihubungi wartawan kemarin.

Syarif menuturkan tinggal dua tahap lagi yang perlu dilewati dalam pemilihan Wagub, yaitu tahap rapat pimpinan gabungan (rapimgab) dan paripurna atau pemilihan. 

“Cuma dua tahap lagi aja, rapimgab mengesahkan tatib kemudian dilakukan pemilu wagub,” kata Syarif. 

Syarif mengaku tidak mengetahui kapan rapimgab akan dilaksanakan. Menurutnya, jadwal rapimgab merupakan kewenangan pimpinan DPRD. 

“Itu otoriti kewenangan pimpinan yang 5 orang itu, ketua dan wakil ketua. Ditanyakan kepada ketua dan wakil, kapan,” tuturnya. 

Syarif mengatakan tidak menutup kemungkinan nantinya nama calon wakil gubernur bisa berubah. Hal ini tergantung dalam pembahasan saat rapimgab. 

“Kalau calon kan bisa dua, bisa berubah tergantung nanti pada saat di rapimgab,” tuturnya. 

“Di situ kan nanti ada dinamika, ini PKS dengan Gerindra masih sepakat? Kalau sepertinya akan berubah, ya, nanti disampaikan dalam rapimgab. Kalau nanti dikatakan oleh Gerindra tetap 2, ya, nanti dikatakan tapi dalam rapimgab,” sambungnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *