Yakin Prabowo-Puan Punya Peluang Besar di Pilpres 2024? Kalau Kata Pengamat Ini, Berat!

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sejumlah pihak menilai jika duet Prabowo-Puan jadi berpasangan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, maka potensi menangnya cukup besar. Misalnya, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab, menilai dengan posisi penting keduanya di masing-masing partai, maka secara rasional lebih memiliki kemampuan mengonsolidasi basis massa untuk memenangkan paslon.

Berbeda halnya dengan pendapat tersebut, pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman dari Kantor Konsultan Politik Konsepindo Research and Consulting, menyatakan peluang Prabowo untuk memenangkan Pilpres 2024 sangat kecil.

Berita Lainnya

“Pak Prabowo tentu saja punya peluang untuk maju di Pilpres 2024. Beliau ketum partai, sekarang menjabat menteri pertahanan. Tapi publik lebih banyak berharap pak Prabowo itu tidak maju karena sudah 4 kali ikut pilpres. Artinya, kalau seorang tokoh empat kali ikut proses pilpres dan selalu kalah, mau apalagi,” kata Veri Muhlis dalam Channel YouTube Indopolitika.com, yang diunggah pada Selasa (11/5/2021).

Lebih lanjut, Veri Muhlis melihat masa keemasan Prabowo untuk ikut dalam pertarungan pilpres sudah habis. Jadi, kalaupun dipaksakan ikut lagi di Pilpres 2024 maka sudah sulit untuk menang.

“Secara pribadi saya menganalisa puncak tingginya dukungan terhadap Prabowo itu sudah lewat. Kalau Prabowo ingin membangun kekuatan baru dengan pola yang baru, akhirnya dia tidak yakin darimana mendapat suara karena di pola-pola yang lama terbukti gagal total. Misalnya saat berpasangan dengan bu Mega pada Pilpres 2009 sama-sama nasionalis gagal. Lalu 2014 saat merangkul kelompok Islam juga gagal. Terakhir, 2019 yang mana sampai rakyat terbelah juga gagal. Artinya, kalau Prabowo maju lagi sekarang dengan posisi daya tawar tidak seperti kemarin, maka hanya akan mengulang kekalahan-kekalahan di pilpres sebelumnya,” lanjut Veri Muhlis.

Veri Muhlis menambahkan, akan bertambah berat untuk Prabowo memenangkan Pilpres 2024 jika nantinya ia berpasangan dengan Puan Maharani. Menurutnya, berpasangan dengan Puan hanya akan mengulang sejarah kekalahan Ketua Umumnya Partai Gerindra ini dengan Mega pada Pilpres 2009.

“Apalagi kalau kembali ke pola pilpres pada saat berpasangan dengan Megawati di Pilpres 2009. Jika benar Prabowo-Puan jadi berpasangan di Pilpres 2024, maka hanya akan mengulangi kekalahan Mega-Prabowo. Jangan lupa, pemilih Prabowo di pilpres 2019 banyak sekali yang marah karena Prabowo jadi anak buah Jokowi, jadi menterinya, jadi pembantu presiden,” tambahnya.

Veri Muhlis juga menanggapi adanya wacana bahwa Prabowo akan berpasangan dengan Jokowi. Menurutnya, wacana tersebut sesuatu yang mengada-ngada. Baginya seorang seperti Jokowi tidak mungkin mengingkari nilai-nilai Reformasi yang mana salah satunya sepakat bahwa presiden cukup memimpin dua periode.

“Lalu kalau dikatakan Prabowo akan berpasangan dengan Jokowi, itu menurut saya sesuatu yang tidak mungkin. Jangan mengubah sesuatu yang sudah mapan dan disepakati oleh konsensus nasional. Kita sepakat bahwa presiden cukup dua periode. Masa iya negara harus mengamandemen undang-undang hanya demi memuluskan jalan Jokowi. Lalu Jokowi itu anak kandung Reformasi. Masa dia yang dilahirkan oleh Reformasi, dia sendiri yang mengubah spirit Reformasi sekalipun tidak ada yang dilanggar dari prinsip-prinsip demokrasi,” tegasnya.

Veri Muhlis juga menyarankan Prabowo untuk menyerahkan dan mengusung calon presiden yang lebih muda. Sekalipun secara politik Prabowo masih memungkinkan untuk maju pada Pilpres 2024. Veri Muhlis menyebut satu nama, kalaupun harus dari Partai Gerindra, maka nama yang layak diusung adalah Sandiaga Uno.

“Jadi sebaiknya kalau menurut saya Prabowo berikan kepada yang muda. Di Gerindra kuda hitamnya ada Sandiaga Uno. Dia punya kapabilitas, popularitasnya bagus, elektabilitas terdeteksi, menjabat sebagai menteri dan mempunyai banyak rekan yang dekat di kabinet seperti Erick Thohir. Lalu yang tidak kalah penting, Sandi itu seorang pengusaha yang tentu saja punya modal untuk nyapres,” pungkasnya. [fed]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *