Di Ruang Sidang Sempat Menangis Dipelukan Istrinya

“Yang Tegar Jenderal Kivlan, Jangan Takut”

  • Whatsapp
Istri Kivlan Zen, Dwitularsih Sukowati menghapus air mata suaminya di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

INDOPOLITIKA.COM- Siang menjelang sore ini Mayjen (Purn) Kivlan Zen menjalani sidang perdananya terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Mengenakan jaket warna hitam Jenderal Kivlan datang ke pengadilan menggunakan kursi roda dikawal ketat beberapa polisi. Saat masuk ruang sidang Kusuma Atmadja I, Kivlan melempar senyuman. Saat bersamaan, Habil Marati juga ikut masuk ke ruang sidang tersebut.

Baca Juga:

Beberapa pengunjung sidang sempat melemparkan pernyataan mengutakan sang jenderal. “Tegar jenderal jangan pernah takut,” ujar seorang pengunjung sidang.

Kivlan dan Habil sudah memasuki ruang sidang menunggu majelis hakim. Kivlan berada di samping kuasa hukumnya. Istri Jenderal Kivlan, Dwitularsih Sukowati sesaat sebelum sidang mulai menghampiri suaminya itu.

Dwitularsih dan Kivlan terlihat berbincang dengan berpegangan tangan. Tak diketahui apa yang dibahas pasangan suami-istri itu. Sejurus kemudian Kivlan tampak menangis dan mengusap air mata dengan tangannya. Dwitularsih buru-buru memberikan tissue kepada sang suami. Dwitularsih dan Kivlan juga sempat berpelukan sembari menangis.

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta menyatakan kliennya siap mengikuti persidangan.
“Siap sekali karena ini yang ditunggu-tunggu maka ajukan praperadilan supaya cepat. Kami mau dilepas di pengadilan,” kata Tonin.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Ia disebut-sebut menerima aliran dana dari Habil Marati untuk digunakan membeli senjata api.

Dalam hal ini, Kivlan sempat membantah bahwa dia menggunakan uang Habil untuk membeli senpi dan menyuruh para eksekutor untuk merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *