Nasional

Yenny Wahid Ingatkan Petinggi Nahdatul Ulama Untuk Tidak Berpolitik Praktis

Pelantikan Presiden Jokowi periode kedua masih beberapa bulan lagi, namun rebut-rebutan pembagian jatah menteri sudah santer terdengar baik dari kalangan partai politik maupun organisasi masyarakat.

Salah satu ormas keagamaan yang paling sering muncul di pemberitaan mengenai jatah menteri adalah Nahdatul Ulama (NU), sebagai ormas yang terang-terangan mendukung Jokowi dan menempatkan kadernya sebagi Wakil Presiden (Maruf Amin) wajar jika NU paling semangat bicara soal komposisi menteri.

Namun hal tersebut dikritik Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, menurutnya NU berbeda dengan partai politik, ranah NU adalah mitra sinergis pemerintah yang memberikan masukan-masukan konstruktif dan kritikan yang membangun.

“Saya juga mengimbau pada petinggi-petinggi NU untuk tidak terjebak pada retorika seolah-seolah dipahami kita menuntut kursi kabinet dan sebagainya,” ucapnya pada awak media

Putri Presiden ke-4 Abdurahman Wahid tersebut menambahkan warga NU di Indonesia jumlahnya besar, dan aspirasinya pasti akan didengar Presiden tanpa harus menjadikan NU sebagai kendaraan politik praktis.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close