INDOPOLITIKA.COM – Demo berjilid-jilid yang dilakukan warga Tangsel dan Bogor memprotes rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menutup akses Jalan Puspitek membuahkan hasil.  

Pada demo jilid tiga yang dilakukan warga Tangsel dan Bogor pada Selasa, (23/4/2024), BRIN akhirnya memberikan jawaban seperti diharapkan warga.  

Jawaban BRIN itu disambut sukacita warga Tangsel dan Bogor yang sudah beberapa kali menggelar aksi demo. Diketahui, pada demo kali ini, warga yang turun ke jalan melakukan demonstrasi di depan kantor BRIN jumlahnya cukup banyak dibanding dengan demo dua edisi sebelumnya.  

Selasa ini, warga memang menagih jawaban BRIN apakah akan tetap menutup akses jalan Puspiptek atau tidak.  

Dan jawaban pihak BRIN yang sudah ditunggu warga sejak mereka menggelar aksi demo pada pagi ini, terungkap juga. BRIN memutuskan untuk tidak menutup akses jalan Puspiptek.  

Keputusan itu disampaikan langsung oleh koordinator BRIN Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Ana Harlina, di hadapan massa yang menggelar aksi di depan kantor BRIN. 

Sebelum menyampaikan jawabannya, Ana sempat menggelar mediasi terlebih dahulu dengan perwakilan warga di gedung Guest House, perumahan Puspitek selama beberapa menit. 

Dalam mediasi tersebut Ana menyampaikan jawaban dari hasil kajian sementara yang dilakukan oleh pihak BRIN. 

Namun perwakilan warga yang hadir dalam mediasi tersebut meminta kepada Ana selaku perwakilan BRIN untuk menyampaikan langsung kepada masyarakat yang menggelar aksi demonstrasi. 

“Dengan kajian ini saya putuskan hari ini bahwa tidak ada penutupan jalan,” kata Ana Harlina di hadapan ratusan masyarakat, Selasa, 23 April 2024. 

Pernyataan Ana Harlina itu langsung disambut bahagia oleh ratusan masyarakat yang sudah menunggu jawaban sejak sekira pukul 08.20 WIB di depan kantor BRIN. 

Sebelumnya, warga yang mengatasnamakan Paguyuban Warga Muncul Setu itu menolak rencana penutupan Jalan Puspiptek oleh BRIN yang direncanakan pada 6 April 2024 itu. 

Untuk menolak penutupan Jalan Puspiptek itu, ratusan warga menggelar demo sebanyak dua kali. Demo pertama dilakukan pada 5 April 2024 dan kedua pada 18 April 2024 kemarin. 

Dalam demo kedua itu berkahir mediasi. Pihak BRIN berjanji akan memberi keputusan soal rencana penutupan Jalan Puspiptek itu Selasa, 23 April 2024.  

Bisa Dilintasi Kendaraan Kecil 

Ana mengungkapkan, BRIN akan kembali melakukan kajian untuk memutuskan kebijakan yang akan diambil terkait akses jalan Puspitek. 

“Kami dari BRIN bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun pemerintah kota itu akan melakukan kajian untuk memberikan keputusan yang terbaik,” ungkapnya. 

Ana memastikan, dengan keputusan tersebut maka kendaraan pribadi dan roda dua masih dapat melintas di jalan Raya Puspitek. 

Sementara untuk kendaraan besar tetap dialihkan melalui jalan lingkar BRIN atau jalan KST BJ Habibie yang tepat berada di depan kampus Institute Teknologi Indonesia (ITI). 

“Yang sekarang terjadi adalah pengalihan jalan bagi kendaraan besar, kendaraan kecil dan roda dua masih dapat melintas,” pungkasnya. [Red]

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com