Yes! Polisi Tangkap Dua Otak Mafia Tanah Saat Mau Eksekusi 45 Hektare Lahan di Alam Sutera Tangerang

  • Whatsapp
Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, saat memberikan keterangan pers terkait mafia tanah di Kota Tangerang.

INDOPOLITIKA.COM – Dua orang terduga mafia tanah di wilayah Pinang, Kota Tangerang berinsial DM (48) dan MCP (61) berhasil dibekuk pihak Polres Metro Tangerang Kota. Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, keduanya merupakan mafia tanah yang mengincar tanah seluas 45 hektare di kawasan Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang.

Yusri mengatakan kedua pelaku merupakan satu jaringan dengan modus saling mengguat terkait kepemilikah bidang tak bergerak tersebut. Kasu ini sendiri sudah berlangsung lama dan bahkan saat itu sempat terjadi bentrokan dengan warga.

Berita Lainnya

“Kasus yang terjadi di wilayah hukum Kota Tangerang di Alam Sutera, cukup luas, 45 hektare. Kejadian sudah lama, bahkan sudah pernah dilakukan eksekusi saat itu,” ungkap Yusri didampingi Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu de Fatima saat konferensi pers, kemarin.

Modus

Yusri menuturkan kronologi pengungkapan dua mafia tanah itu. DM dan MCP memiliki peran masing-masing dalan perkara tanah tersebut. Niat jahat mereka dimulai dengan cara saling menggugat untuk menguasai tanah tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

“Jadi, tersangka DM menggugat perdata tersangka MCP sendiri. Mereka satu jaringan, mereka saling gugat untuk bisa menguasai tanah tersebut untuk melawan perusahan atau warga masyarakat di situ,” ujarnya.

Aksi saling gugat di sidang perdata itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan ke perusahaan atau warga yang ada di sekitar tanah tersebut. Yusri menuturkan pada April 2020 kedua tersangka melakukan gugatan perdata yang menghasilkan perdamaian di Pengadilan Negeri Kota Tangerang pada Mei 2020.

Cara mengakusisinya, pada Juli 2020, kedua tersangka menyewa organisasi masyarakat untuk melawan perusahaan atau masyarakat setempat. “Tapi ada perlawanan dari warga dan perusahaan pada saat itu sehingga batal eksekusi. Sempat terjadi bentrok pada saat itu,” lanjut Yusri.

Warga dan perusahaan yang ada di tempat sengketa lantas melaporkan kedua mafia tanah itu ke kepolisian pada 10 Februari 2021. Yusri mengeklaim, berdasarkan laporan yang dibuat itu, kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan itu, aparat kepolisian menangkap kedua tersangka yang merupakan otak dari sengketa tanah ini.Dari tangan kedua pelaku, Yusri mengatakan, kepolisian mengamankan barang bukti berupa surat-surat kepemilikan tanah palsu.

“Barang bukti yang diamankan salah satunya adalah surat tanah yang digunakan DM untuk menggugat MCP di sidang perdata. Surat di sidang perdata itu tidak tercatat untuk membuat SHGB (sertifikat hak huna bangunan),” tandasnya.

Saat ini, pihaknya tengah mengejar seorang buron yang berperan sebagai pengacara dari kedua mafia itu, yakni AM. “Tersangka DM dan MCP dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan 266 KUHP tentang Pemalsuan Surat dengan ancaman penjara 7 tahun,” tuntasnya. [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *