YLKI Minta Pemerintah Larang Iklan Rokok Di Media Massa

  • Whatsapp
Ilustrasi Rokok

INDOPOLITIK.COM-Yayasan  Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk melarang tayangan iklan Rokok di media massa. Sekertaris YLKI Agus Suyanto mengatakan ini adalah salah satu cara pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok. Kata dia, percuma saja pemerintah gencar menaikan harga rokok tapi membebaskan iklan- iklan rokok bertebaran di Media Massa cetak  maupun elektronik.

“Jadi harus ada instrumen lain yang mendukung untuk pelarangan iklan, penjual ketengan dan penegakkan kawasan dilarang merokok, itu jadi bagian yang tidak terpisahkan,” katanya saat dihubungi Indopolitika.com, Senin (16/9).

Baca Juga:

Agus menambahkan kebijakan kenaikan cukai tersebut hanya menguntungkan dari sisi pendapatan negara. Kemudian, dari sisi jumlah perokok perlu adanya regulasi keras dan tegas.  Untuk mengontrol dan mengantisipasi munculnya perokok pemula terutama di kalangan remaja.

Pemerintah melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan  saat ini terjadi peningkatan perokok secara global dari 32,8% menjadi 33,8% jumlah perokok.

Diantaranya jumlah kenaikan perokok pada usia anak dan remaja juga dari 7,2% menjadi 9,1%, demikian halnya untuk perokok perempuan dari 1,3% menjadi 4,8%.

Sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23%. Bersamaan dengan itu, harga jual eceran (HJE) rokok juga ikut naik sebesar 35% mulai tahun depan. Kebijakan ini sebelumnya sudah dilakukan kajian guna menekan jumlah perokok yang ada di Indonesia. (pit)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *